Perjalanan Suci Bukakak Desa Pakraman Sangsit Menuju Pura Sakti Sawan

Buleleng, Dewata News. Com — Bukakak yang dibuat krama subak Desa Pakraman Sangsit Dangin Yeh, Rabu (12/04) siang diusung para krama de...


Buleleng, Dewata News. Com —Bukakak yang dibuat krama subak Desa Pakraman Sangsit Dangin Yeh, Rabu (12/04) siang diusung para krama desa Giri Emas serangkaian perjalanan suci ke Pura Sakti Desa Sawan. Kegiatan yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali ini sebagai ucapan syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas kemakmuran.
 
Dengan adanya perjalanan suci Bukakak Sangsit Dangin Yeh ke Desa Sawan pada Purnama Kedasa di tahun 2017 ini, mengingatkan pada peristiwa 24 tahun yang lalu. Dimana perjalanan suci Bukakak menuju Pura Sakti Desa Sawan, pertama kali dilaksanakan tahun 1993.
 
Setelah melalui perjalanan selama kurang lebih 2 jam, setibanya di depan Pura Sakti, Bukakak dan sejumlah pelinggih ida betara yang diusung krama disambut dengan tetabuhan beleganjur. Krama atau warga semarak menyambut dengan sorak sorai kedatangan Bukakak hingga berada di mandala utama Pura Sakti. Terlebih lagi beberapa krama mengalami kesurupan di dalam areal pura, semakin menguatkan kepercayaan umat bahwa perjalanan suci itu benar-benar menjadi harapan Ida Batara.
 
Kelian Desa Pakraman Sawan, Cening Mudirta menyatakan kekagumannya ketika peristiwa 24 tahun silam kembali terulang antara Desa Pakraman Sawan dengan Desa Sangsit Dangin Yeh. Demikian pula dengan Kelian Desa Pakraman Sangsit Dangin Yeh juga mengutarakan rasa harunya dengan dukungan krama Sangsit yang tumpah ruah mengiringi perjalanan suci tersebut.
 
Dalam pengamanan kegiatan yang menggunakan akses jalan umum tersebut, personil Polsek Sawan ditempatkan pada simpang jalan sepanjang jalur yang dilalui dari Desa Giri Emas menuju Desa Sawan untuk antisipasi terjadinya kepadatan arus lalu lintas sehingga pelaksanaan upacara bisa berjalan aman dan lancar. Kapolsek Sawan AKP I Made Derawi menurunkan kekuatan sebanyak 19 personil Polsek bergabung dengan anggota pecalang Desa Adat Pakraman Giri Emas.
 
Prosesi Ngusaba Bukakak sudah dimulai pada Sukra Pahing Dungulan, Jumat (7/4/2017) lalu diawali dengan upacara melasti dan ngusaba uma. Sebagau tanda Ngusaba Bukakak, krama desa dan subak mengawali dengan membuat tiang Dangsil pada Redite Wage Kuningan, Minggu (09/04).Tiang Dangsil ini menurut salah satu pemuka Subak Sangsit Dangin Yeh Ketut Setiawan, merupakan simbol perwujudan Tri Murti yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa. Ketiga buah Dangsil tersebut dipancangkan berjejer di Pura Subak selama Ngusaba Bukakak tersebut digelar.  (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 5534364401122622787

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemerintah Provinsi Bali

Pemerintah Provinsi Bali

Event Partner

Event Partner

Pesta Kesenian Bali XXXIX

YURA Shop

Populer

item