Jelang Forum IMF-WB Tahun 2018, Bali Harus Siap Tangani Sampah

Badung, Dewata Newd. Com -  Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah bagi ajang bergengsi internasional bertajuk Iternational Monetar...



Badung, Dewata Newd. Com - Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah bagi ajang bergengsi internasional bertajuk Iternational Monetary Found-World dan World Bank Annual Meeting 2018 yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Oktober tahun depan. Demi menyambut perhelatan besar itu, Bali harus berbenah, baik masalah infrastruktur dan yang terpenting adalah masalah sampah. 

Hal itu ditegaskan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ketika memimpin rapat koordinasi dalam rangka kesiapan Iternational Monetary Found-World dan World Bank Annual Meeting 2018 di Mercure Bali Harvesland Hotel, Simpangsiur, Kuta, Badung (13/4). 

Dalam rapat yang dihadiri oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta perwakilan dari Bupati Badung, Gianyar, Tabanan dan Walikota Denpasar, dan para steak holder, Luhut Panjaitan menegaskan masalah sampah harus benar-benar tuntas tahun ini, karena ini menjadi momok bagi pariwisata Bali apalagi akan menyambut perhelatan akbar tersebut. 

Terlebih lagi, saat ini Indonesia tetap menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara. Tercatat Indonesia menduduki peringkat ke 6 dunia tujuan wisata favorit dunia, dengan Bali sebagai jawaranya no 1. Akan tetapi, di sisi lain dari 40 negara dengan teknologi majudi dunia, Indonesia menduduki peringkat ke 2 negara paling jorok setelah Tiongkok, terutama karena masalah penanganan sampah dan limbah. 

"Kenyataan ini tentu saja menampar keras wajah wisata kita, terutama Bali. Apalagi Bali sering menjadi tuan rumah bagi even internasional," imbuhnya.

Lebih jauh, Purnawirawan TNI ini menjelaskan bahanya limbah plastik apalagi jika hingga menyebabkan polusi laut. 

"Ikan-ikan yang makan limbah plastik apalagi jika dikinsumsi manusia bisa menyebabkan berbagai penyakit bahaya, serta mengganggu imunitas tubuh. Saya tidak ingin generasi kita terutama di Bali terancam kesehatannya karena masalah sampah," bebernya. 

Untuk mengatasi masalah tersebut dengan cepat, Luhut Panjaitan berharap semua turun secara keroyokan membenahi masalah sampah. 

"Pemerintah Kabupaten/Kota harus kompak dengan Pemerintah Provinsi juga, jangan saling lempar tanggung jawab, karena ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap rakyat. Dan saya minta tahun 2018 semua sudah beres, agar even besar tersebut terselenggara, Bali bisa bersih dari sampah," tegasnya. 

Bahkan sebagai bentuk keseriusannya, Menko Luhut juga mengajak serta investor yang khusus menangani sampah dan telah berhasil di dua kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya. Kedua investor tersebut adalah PT Jakarta Propertindo atau Jakpro serta PT Sumber Organik.

Menanggapi hal itu, Gubernur Pastika menberikan apresiasi yang positif. Orang nomor satu di Bali itu juga mengatakan jika masalah sampah sudah jadi momok Bali dari tahun ke tahun. Dengan perhatian pemerintah pusat dan disambut juga oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota, Pastika optimis masalah sampah akan bisa cepat terselesaikan di Bali demi mendongkrak Pariwisata Bali. Selain itu, Pastika juga menyoroti masalah infrastruktur demi menyambut even IMF dan World Bank. Yang menjadi perhatiannya adalah kondisi Bandara Ngurah Rai, terutama di pintu kedatangan VVIP serta VIP. 

"Saya harap bisa diperbaiki sehingga layak menyambut para delegesi," jelasnya. 

Selain itu kondisi landasan pacu juga dirasa kurang menurutnya untuk menyambut sekitar 12 rb hingga 15 rb delegasi tahun depan. Untuk itu ia berharap Pemerintah Pusat melalu Kementrian Perhubungan bisa menambah kembali landasan pacu di Bandar Udara Ngurah Rai. Infratsruktur lain yang disinggung Pastika adalah keberadaan Under Pass yang rencananya akan dibangun di Bandara Ngurah Rai demi mengurai kemacetan di sana. 

"Dari pada membangun Under Pass, saya lebih tertarik membangun Fly Over, karena dari segi biaya dan waktu bisa menghemat hingga 3 kali lipat. Jadi sisa dana bisa dialokasikan untuk membangun lagi Fly Over di tempat lain yang rawan titik kemacetan," sarannya.

Mengenai air bersih untuk even akbar tahun depan, Pemprov sudah siap menyediakan air bersih, karena dua SPAM milik Pemprov Bali sudah bisa menghasilkan 600 liter air bersih per detik, tinggal didistribusikan saja oleh PDAM. Hal lain yang menjadi sorotan Pastika demi mempercantik Bali adalah penataan hutan bakau di Tahura, renovasi toilet di tempat wisata hingga menjadi layak serta kita memungkinkan penggunaan sepeda motor listrik di daerah wisata.

Sementara Menteri Pariwisata dan Perhubungan siap mendukung acara akbar tahun depan hingga tuntas. Dari permasalahan infrastruktur hingga promosi dan penambahan destinasi pariwisata pendamping Bali yang baru akan dikemas demi menyukseskan even internasional tersebut. (DN -PrG)

Berita Terkait

Breaking News 4670757479027289562

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item