Konsumsi Daging Babi Aman, MMS Mati Pada Suhu 60°C

Denpasar, Dewata News. Com -  Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi atas penjelasan Kad...


Denpasar, Dewata News. Com - Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi atas penjelasan Kadiskes Provinsi Bali dan Kadisnak-Keswan Provinsi Bali dalam Rapat Koordinasi Kamis 16 Maret 2017. Penyakit dengan gelaja Meningitis ini bukan kali ini terjadi, tapi juga pernah muncul beberapa tahun lalu. 

Hanya saja, penyebabnya bukan hanya bakteri MMS (Meningitis Streptpcoccus Suis) pada babi, tapi bisa diinfeksi oleh virus dan jamur. Ketua DPRD meminta masyarakat untuk tidak takut konsumsi daging babi, masak yang matang, pakai air bersih. Hari Raya Galungan dan Kuningan, krama bali tidak perlu takut makan daging babi, demikian ditegaskan Adi Wiryatama. 

Menyikapi issu yang cenderung meresahkan di masyarakat tentang maraknya kabar babi yang terjangkit bakteri MSS, DPRD Provinsi Bali memanggil Instansi Terkait yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan kesehatan Hewan, dan juga Dinas Pariwisata. Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Gedung DPRD Provinsi Bali, dilaksanakan Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD dan juga hadir Ketua Komisi IV Nyoman Parta bersama Anggota, dan Pimpinan bersama Anggota Komisi II.

Pada paparannya, Kadiskes Provinsi Bali I Ketut Suarjaya menyampaikan agar masyarakat untuk tidak resah, kendati ada tiga orang positif Meningtis. Masyarakat tidak perlu takut untuk mengkonsumsi daging babi. Kuncinya, cara memasak daging babi itu harus matang. Sebab, bakteri MMS pada daging babi sudah bisa mati pada suhu air 60 derajat  celsius (60°c).

Pada kesempatan berikutnya, Kadisnak-Keswan Provinsi Bali I Putu Sumantra, menyampaikan cara memasaknya yang baik/matang bakterinya mati, maka masyarakat tak perlu takut mengkonsumsi atau makan daging babi, apalagi hasil uji laboratorium terhadap babi tidak ditemukan bakteri MMS itu. Warga yang positif Meningtis belum pasti disebabkan bakteri MMS pada babi, bisa saja disebabkan oleh faktor lain. “Uji Lab Ternak di Sibangkaja hasilnya negatif". Peternak juga diminta untuk menjaga kebersihan kandang agar babinya tidak terjangkit bakteri MMS.

Mengingat Bali sebagai destinasi utama pariwisata di Indonesia, maka semua pihak agar berperan untuk mensosialisasikan hal ini (aman konsumsi daging babi), apalagi banyak turis yang senang makan babi guling. Semoga dengan penjelasan dari hasil rapat ini, dapat menjawab issu yang cenderung meresahkan masyarakat. (DN - HuM)

Berita Terkait

Kesehatan 3363120938589499867

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemerintah Provinsi Bali

Pemerintah Provinsi Bali

Event Partner

Event Partner

Pesta Kesenian Bali XXXIX

YURA Shop

Populer

item