Ditegur Karena Bawa Sepeda Saat Nyepi, Seorang Warga di Denpasar Melawan

Denpasar, Dewata News. Com - Umat  Hindu di Bali pada Selasa (28/3) melaksanakan perayaan hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1939 sejak Puk...


Denpasar, Dewata News. Com - Umat  Hindu di Bali pada Selasa (28/3) melaksanakan perayaan hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1939 sejak Pukul 6 pagi hingga pukul 6 pagi keesokan harinya (Rabu, 29-03-2017). Namun pelaksanaan Nyepi di Bali khususnya di wilayah Denpasar sempat tercoreng oleh salah seorang warga yang nekat bersepeda dengan alasan melaksanakan ibadah. Saat diberhentikan untuk diminta keterangan oleh pecalang yang sedang bertugas, pelaku malah melakukan pemukulan terhadap pecalang yang akhirnya terjadi saling pukul.
Kejadian tersebut terjadi di Jalan Kalimutu, Banjar Samping Buni, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar. Dimana awal kejadian saat itu pecalang Banjar Samping Buni, I Ketut warta, 53, sedang berjaga perayaan Nyepi.
Tiba tiba datang Putu Abdullah (37) dengan bersepeda gayung dari pura demak ke arah jalan Gn. Kalimutu monang maning yg berjarak kl 1,5 km, kemudian diberhentikan oleh pecalang Ketut Warta.
Setelah ditanya identitasnya ternyata yang bersangkutan tidak bisa menunjukan kepada pecalang. Malahan, pada saat itu Abdullah menjawab akan melaksanakan ibadah di Jalan Gunung kalimutu tepanya Yayasan Arraudah dengan nada marah, karena merasa akan melaksanakan sembahyang dihalang-halangi oleh pecalang yang kemudian ia memukul pecalang Ketut Warta hingga terjatuh.
Kemudian oleh I Made Subrata, Kelihan Adat Banjar Samping Buni diajak berbicara ditempat yang teduh di depan toko, tetapi Abdullah malah memukul klian Banjar Samping Buni tetapi dapat dihindari dan mengenai rolling door toko hingga penyok, sehingga para pecalang yg lain emosi dan ikut mengeroyok Abdullah. 

Akibatnya, Abdullah mengalami luka lecet di dahi kanan yang kemudian di bawa ke Rumah Sakit Sanglah dengan menggunakan ambulan PMI untuk dilakukan tindakan medis, setelah mendapat pengobatan kedua belah pihak bisa dipulangkan.

Selanjutnya dilakukan mediasi di Subsektor monang maning oleh Kanit Reskrim olsek Denbar dan Kasubsektor monang maning, yang di hadiri oleh Ketua Masjid baiturrahman Monang Maning, tokoh masyarakat banjar Buagan,  babinkamtibmas dan babinsa Desa Pemecutan Klod, Kepala Desa Pemecutan Kelod, Klian Dinas Banjar Samping Buni, dimana kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan, dengan membuat surat pernyataan damai.

Kejadian ini kini menjadi viral di media sosial terutama facebook. Banyak Netizen ikut berkomentar terkait dengan kejadian tersebut. Kebanyakan dari Netizen atau masyarakat yang meminta agar pelaku dihukum Adat dan meminta maaf kepada masyarakat Bali atas apa yang telah dilakukannya disaat pelaksanaan Nyepi. (DN - *)

Berita Terkait

Breaking News 981253491857545925

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemerintah Provinsi Bali

Pemerintah Provinsi Bali

Event Partner

Event Partner

Pesta Kesenian Bali XXXIX

YURA Shop

Populer

item