Waspada Kanker, Pastika Ingatkan Masyarakat Jaga Pola Makan

Denpasar, Dewata News. Com -  Ancaman penyakit kanker belakangan ini menjadi momok bagi masyarakat dunia. Hasil survei sebuah lembaga p...


Denpasar, Dewata News. Com - Ancaman penyakit kanker belakangan ini menjadi momok bagi masyarakat dunia. Hasil survei sebuah lembaga penelitian menyebutkan saat ini 1 dari 2 orang Amerika Serikat yang berumur 65 tahun ke atas mengidap penyakit kanker. Bercermin dari hasil penelitian tersebut, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan masyarakat Bali untuk menerapkan pola makan sehat dengan menjauhi makanan cepat saji dan buah-buahan import yang notabene banyak mengandung zat kimia berbahaya sebagai bahan pengawet. 

Penekanan tersebut diutarakannya pada Peringatan hari Gizi Nasional ke-57 yang dirangkaian dengan Hari Kanker Sedunia Tahun 2017 dan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Minggu (12/2).

Lebih jauh Pastika membeber fakta bahwa penyakit kanker di Amerika Serikat makin mengkhawatirkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. “Sepuluh tahun yang lalu perbandingannya masih 1 dari 7 orang, sekarang sudah menjadi 1 dari 2 orang berumur 65 tahun ke atas mengidap kanker,” ujarnya. 

Menurut Pastika, tingginya ancaman kanker dikarenakan di negara tersebut hampir tak ada makanan organik. Jadi, masyarakatnya tak punya banyak pilihan dalam menentukan apa yang mereka komsumsi. 

“Kalau mau ayam, adanya ya ayam broiler yang dibesarkan dengan zat kimia. Kita di sini beruntung karena masih punya alternatif pilihan yaitu ayam kampung. Kita juga punya pilihan beragam sayur dan buah lokal ,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pastika juga mengingatkan agar masyarakat jangan bangga ketika makan makanan yang didatangkan dari luar negeri. 

“Contohnya anggur impor. Kita makan satu biji saja, itu artinya sudah makan ‘racun’ pemicu kanker, karena sudah pasti ada bahan kimia jahat yang digunakan sebagai pengawet,” imbuhnya. 

Selain buah impor, masyarakat juga diminta jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji. 

“Jangan bangga dan menganggap itu makanan mewah. Itu anggapan yang salah. Lebih baik makan nasi bungkus,” ujarnya. 

Selain menghindari makanan cepat saji dan berpengawet, Pastika juga mengajak masyarakat melakukan diversifikasi pola makan dengan memilih menu yang bergizi seimbang. 

“Kalau jaman dulu, kita makan hanya untuk kenyang, tapi sekarang tak bisa lagi seperti itu. Kualitas makanan dan kandungan gizi juga harus menjadi perhatian untuk mencegah penyakit yang makin beragam dewasa ini, khususnya kanker,” imbuhnya seraya menambahkan kalau makanan yang sehat itu tak harus mahal. 

Pada bagian lain, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny.Ayu Pastika juga ambil bagian dalam upaya meningkatkan konsumsi buah. Secara simbolis, Ny.Ayu Pastika yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Dayu Sudikerta membagikan bingkisan buah pada masyarakat yang hadir pada acara tersebut. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Bali. 

Berita Terkait

Breaking News 3924704427148832871

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemprov Bali

Pemprov Bali

Advertorial

Advertorial

Pemprov Bali

YURA Shop

Populer

item