Persaingan Lembaga Keuangan di Buleleng Semakin Kompetitif

Buleleng, Dewata News.com — Ditengah persaingan sangat kompetitif lembaga keuangan yang beroperasi di Kabupaten Buleleng,    realisasi ...


Buleleng, Dewata News.com —Ditengah persaingan sangat kompetitif lembaga keuangan yang beroperasi di Kabupaten Buleleng,  realisasi penyaluran kredit Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Singaraja, sejak awal Januari hingga akhir Desember 2016 mampu merealisasikan kredit mencapai Rp1,4 Triliun lebih, dari target yang telah ditetapkan oleh manajemen Rp1,3 triliun atau mencapai 103,09 persen.
 
Dengan sendirinya penyaluran kredit sebesar itu sudah melampaui dari target yang sudah ditentukan. Adapun strategi yang dilakukan PT BPD Bali Cabang Singaraja dalam penyaluran kredit sebesar itu, diakui Direktur Made Lestara Widiatmika, SH, tidak terlepas dari peran serta karyawan-karyawati lembaga keuangan setempat.
 
Begitu pula dalam penyaluran kredit kepada para nasabah, persyaratan maupun aturan yang telah ditentukan selalu mendapat pengawasan. ”Para wiraswasta ataupun pengusaha yang berpotensi tidak luput dari pendekatan jajaran BPD Bali Cabang Singaraja, utamanya di bagian kredit,” ungkapnya di Singaraja, beberapa waktu lalu..
 
Walaupun sebagian besar lembaga keuangan yang beroperasi di daerah Buleleng mengalami persaingan yang sangat kompetitif, namun bagi BPD Bali Cabang Singaraja, menurut Lestara Widiatmika, tidak terlalu dibebankan, sepanjang masyarakat Bali umumnya dan Buleleng khususnya menanamkan rasa memiliki lembaga keuangan yang dikelolanya.
 
Made Lestara menambahkan, sebelum melakukan operasi di lapangan, seluruh jajarannya mendapat pengarahan strategi meraih nasabah agar bergabung umtuk menanamkan modalnya di PT BPD Bali.
 
Walaupun tantangan kedepan cukup berat, namun Made Lestara optimis memajukan dan meningkatkan lembaga keuangan yang dikelolanya.
 
”Di tahun 2017 ini, PT BPD Bali Cabang Singaraja dalam penyaluran kredit diberikan target sebesar 11 persen dari estimasi tahun 2016 lalu dan dana pihak ketiga meningkat sebesar 4 persen. Sedangkan kredit bermasalah selama tahun 2016 sebesar 0,51 persen dari target yang ditetapkan sejumlah 1,49 persen,” imbuhnya. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 7465735218924763597

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item