Klaim Asuransi Nelayan di Buleleng Dibayarkan

Buleleng, Dewata News. Com —  Dari ribuan nelayan yang telah mengantongi kartu asuransi nelayan yang per tahunnya dibayarkan Kementrian...


Buleleng, Dewata News. Com — Dari ribuan nelayan yang telah mengantongi kartu asuransi nelayan yang per tahunnya dibayarkan Kementrian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp175.000 sejak November 2016, hingga kini sedikitnya baru 2 orang nelayan yang klaim asuransinya dibayarkan oleh Jasindo Denpasar.
 
Kadis Perikanan Made Arnika mengatakan, dari 5 orang nelayan yang mengalami kecelakaan darat, beberapa diantaranya ada yang telah diajukan klaim asuransinya ke Jasindo oleh Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng dan 4 diantaranya meninggal akibat kecelakaan di darat, satu orang jatuh dengan kondisi luka-luka biasa dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit.
 
“Dari 5 orang nelayan yang kena musibah waktu peristiwanya berbeda, maka saat ini baru 2 orang yang klaimnya telah dibayarkan Jasindo masing-masing atas nama Made Sukerena, nelayan yang jatuh dengan kondisi luka-luka dan Abdul Rafii meninggal dunia karena sakit, sedangkan sisanya 3 orang nelayan yang juga meninggal dunia, 2 orang masih dalam proses pengajuan”, kata Kadis Perikanan Made Arnika di Singaraja, Rabu (08/02).
 
Pembayaran klaim senilai Rp.160 juta dari Jasindo untuk Abdul Rifaii berlangsung di Kantor Perikanan Senin (06/02), diterima Ibu Umsiyah istri almarhum selaku ahli waris disaksikan Kadis Perikanan Buleleng.
 
Kepala Cabang PT Asuransi Jasa Indonesia Nyoman Yuda Palguna mengatakan, pembayaran klaim dari Jasindo dalam bentuk penggantian bilyet giro sementara ini dimasukkan ke rekening Pokja, karena pada saat pengajuan klaim keluarga almarhum tidak melengkapi dengan nomor rekening bank.
 
Almarhum Abdul Rifaii yang semasa hidupnya pernah dipercaya sebagai ketua kelompok nelayan hidup baru berlokasi di Dusun Gondol di mata Ibu Umsiyah merupakan sosok suami dan ayah dari 4 orang putrinya yang ulet dan tangguh dalam melakoni profesinya sebagai nelayan. Bahkan sehari sebelum ajal menjemput, malam harinya almarhum masih sempat melaut. Saat pulang melaut pagi hari, almarhum mengeluh pusing langsung jatuh, dibawa ke klinik terdekat, namun nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan.
 
Ibu Umsiyah bersyukur dengan adanya Program Bantuan Asuransi Nelayan (PBAN) dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Rencananya klaim asuransi senilai Rp.160 juta dari Jasindo, selain digunakan untuk acara kirim doa untuk almarhum suaminya, juga tambahan modal dagang kecil-kecilan dan ditabung untuk untuk masa depan hari tuanya. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 2815396400342914584

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Bali Creative Week 2017

Bali Creative Week 2017

YURA Shop

Populer

item