Gubernur Pastika Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Kerukunan dengan Baik

Denpasar, Dewata News. Com -  Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, kita akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang ber...


Denpasar, Dewata News. Com - Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, kita akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda salah satunya adalah perbedaan kepercayaan / agama. Toleransi akan memberikan rasa damai dan aman, masing-masing akan mendapatkan kebebasan dalam menjalankan ibadahnya. Untuk itu, sebagai umat beragama kita harus bisa saling menghargai dan menghormati kepercayannya berdasarkan agamanya serta tidak memaksakan kepercayaan terhadap agama lain.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat menghadiri perayaan bersama Tahun Baru Imlek 2568 yang di selenggarakan oleh Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) Provinsi Bali pada Minggu (05/2) malam di Hongkong Garden Restaurant, Sanur, Denpasar.

“Di tengah kemajuan pembangunan dan tantangan perkembangan pariwisata internasional, masyarakat Bali yang sangat heterogen, tetap mampu membangun kehidupan yang rukun, selaras, dan harmonis. Hal ini mencerminkan bahwa filosofi menyama braya, filosofi yang menuntun kita untuk hidup berdampingan sebagai sebuah kelurga besar dalam keberagaman, telah diimplementasikan oleh seluruh komponen masyarakat Bali, termasuk masyarakat Indonesia-Tionghoa yang ada di Bali,” ungkap Pastika.


Pastika yang dalam kesempatan tersebut didampingi Ny. Ayu Pastika memberikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia-Tionghoa di Bali yang telah turut berperan penting dalam mensukseskan pembangunan daerah.

“Ungkapan dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung telah diimplementasikan dengan semangat membangun, serta berbaur dengan komponen masyarakat lainnya. Untuk itu, Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia-Tionghoa di Bali, bersama komponen lainnya, melalui fungsi sosial dan pengabdian masing-masing, senantiasa mempertahankan kerukunan yang telah terbangun,” ujar orang nomor Satu di Pemerintah Provinsi Bali tersebut.


Ditambahkan Pastika, melalui perayaan bersama Tahun Baru Imlek 2568 ini dapat dijadikan momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, rasa saling menghargai, saling menghormati, sikap toleransi, serta mempererat tali persaudaraan, tidak saja di kalangan keluarga besar PPIT Bali, tetapi secara menyeluruh dengan seluruh keluarga besar etnis Nusantara, khususnya yang ada di Pulau Dewata.

“Saya mengajak kita semua untuk menyeimbangkan pengamalan dharma agama dan dharma negara, dalam rangka mewujudkan masyarakat Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Konjen Tiongkok di Bali Dong Zhe dalam sambutannya mengatakan jika Tahun Baru Imlek merupakan hari raya yang sangat penting. Ia berharap, di Tahun Baru Imlek 2568 ini dapat memberikan kasih kepada semua umat. Tak lupa, ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang selama ini telah membantu dalam segala bidang dalam kerjasama Indonesia-Tiongkok.

“Tahun Baru Imlek merupakan hari raya yang sangat penting karena saat perayaan Imlek, kita berkumpul bersama keluarga untuk merayakannya. Saya berharap, di Tahun Baru Imlek 2568 ini kita semua mendapatkan kasih yang berlimpah. Tidak lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemrintah Provinsi Bali yang selama ini telah membantu kami dalam segala bidang,” ujarnya. (DN - NgR)

Berita Terkait

Breaking News 1952780135356056961

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item