Dibanding Pemilu Sebelumnya, Tingkat Partisipasi Masyarakat Pemilih Pilkada Buleleng 2017 Paling Rendah

Buleleng, Dewata News.com ~    Empat hari sudah berlalu perhelatan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2017, termasuk Pilkada Buleleng seb...


Buleleng, Dewata News.com ~  Empat hari sudah berlalu perhelatan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2017, termasuk Pilkada Buleleng sebagai satu-satunya kabupaten di Provinsi Bali, sehingga menjadi perhatian secara nasional.
 
Menunggu penetapan rekapitulasi hasil perhitungan suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng sebagai panitia penyelenggara, di antara tanggal 22 - 24 Februari nanti, bahwa hasil sementara Pilkada Buleleng 2017 mengantarkan kemenangan pasangan calon (paslon) petahana atau “incumbent” Nomor 2 Putu Agus Suradnyana – Nyoman Sutjidra (PASS) dengan perolehan suara 68,16% atau 214.565 suara sah dari 583.587 DPT yang datang ke-1.086 TPS yang tersebar di 146 desa-kelurahan di 9 kecamatan di Kabupaten Buleleng.
 
Sementara paslon perseorangan Nomor 1 Dewa Nyoman Sukrawan – Gede Dharma Wijaya (SURYA) hanya meraih perolehan suara 31,84% atau 100.253 suara sah.
 
Paslon incumbent PASS mampu menarik simpati masyarakat pemilih terbesar prosentase di atas 70%, yakni di wilayah Kecamatan Sukasada (71,64), Kecamatan Kubutambahan (72,\58%), Kecamatan Banjar (73,71%), serta Kecamatan Busungbiu sebagai puncak perolehan suara mencapai 83,68%.
 
Diwilayah Kecamatan Buleleng sebagai masyarakat pemilih terbesar, PASS hanya memperoleh 62,08% suara, Kecamatan Sawan (61,86%),Kecamatan Seririt (66,95%), dan di wilayah Kecamatan Gerokgak (63,9%).
 
Dengan 583.587 yang datang menggunakan hak pilihnya ke masing-masing TPS, sebagai bukti tingkat partisipasi masyarakat Buleleng terhadap perhelatan pesta demokrasi Pilkada Buleleng 2017 hanya 53,95%.
 
Ini mencerminkan hampir 50% masyarakat yang punya hak pilih tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.  Ketidakhadiran mereka sebanyak itu, apakah kurangnya sosialisasi dari pihak panitia penyelenggara, KPU Buleleng atau kurang simpati terhadap paslon yang bertarung ”head to head”.
 
Namun, seperti disorot Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, I Wayan Koster, bahwa tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Buleelng 2017 ini paling rendah dibanding dengan pemilu sebelumnya. Menurutnya, KPU Buleleng harus melakukan evaluasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada selanjutnya. 
 
Sementara kandidat calon bupati SURYA, Dewa Nyoman Sukrawan berharap KPU Buleleng selaku penyelenggara perhelatan pesta demokrasi hendaknya melakukan evaluasi, dengan lebih menggencarkan sosialisasi ke masyarakat, sehingga kedepan angka golput bisa ditekan sekecil mungkin. (Made Tirthayasa).

Berita Terkait

Breaking News 6024690297453116536

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item