Bupati PAS Resmikan Monumen Perang Jagaraga

Buleleng, Dewata News.com   -   Pasca cuti diluar tanggungan negara karena maju sebagai calon bupati petahana atau incumbent Pilkada Bu...


Buleleng, Dewata News.com  - Pasca cuti diluar tanggungan negara karena maju sebagai calon bupati petahana atau incumbent Pilkada Buleleng, Bupati Putu Agus Suradnyana selama sehari, Senen (13/02) siang kebut meresmikan dua buah bangunan, selain gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Buleleng juga proyek monumental peristiwa heroik melawan penjajah Belanda, yakni Monumen Perang Jagaraga.
 
Secara nasional, peperangan perlawanan rakyat Bali melawan penjajah Belanda, selain dikenal dengan Perang Puputan Badung, juga Perang Jagaraga dengan ketokohan Patih Jelantik yang sudah diakui pemerintah sebagai Pahlawan Nasional. Pada peperangan yang lebih dikenal dengan Perang Puputan Jagaraga itu, Patih Jelantik didampingi pejuang wanita, Jero Jempiring.
 
Guna memberikan penghargaan terhadap jasa para pahlawan perjuangan Patih Jelantik dan Jero Jempiring dan sebagai sarana edukasi sejarah kepada masyarakat dan para pelajar yang merupakan generasi penerus, Pemkab Buleleng membangun Monumen PerangJagaraga.
 
”Dengan dibangunnya Monumen Perang Jagaraga, terpenuhinya keinginan masyarakat Buleleng umumnya dan masyarakat Desa Jagaraga khususnya yang telah dinantikan kurang lebih 20 tahun,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Gede Komang melaporkan.
 
Sumber pembiayaan, lanjut, mantan Kepala BKKBN Kabupaten Covalima, Timor Timur ini, pembangunan Monumen Perang Jagaraga bersumber dari dana APBD Tahun 2016 pada SKPD Dinas Sosial sebesar Rp15 miliar, ”Perincian unbtuk pelaksanaan fisik Rp14,7 miliar dan Rp300 juta untuk supervise/pengawasan. Pembangunan Monumen Perang Jagaraga ini dilaksanakan oleh PT Tunas Jasa Sanur dengan nilai kontrak Rp13.841.359.000 dan supervise/pengawasan dilaksanakan CV Manar Jaya dengan nilai kontrak Rp269.392.000,” imbuh Gede Komang.
 
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengakui, dibalik heroiknya pertempuran Perang Jagaraga tidak terlepas dari gigihnya Patih I Gusti Ketut Jelantik yang dibantu oleh sang istri tercinta Jro Jempiring dalam memimpin perlawanan melawan Pasukan Belanda.
 
”Pemkab Buleleng memberikan perhatian khusus terhadap perjuangan lascar puputan Jagaraga dalam melawan penjajah Belanda dengan membangun Monumen Perang Jagaraga sebagai penghargaan dan pengingat kepada anak cucu kita, bahwa di tanah inipernah terjadi pertumpahan darah dalam melawan Belanda,” ungkap Bupati Agus Suradnyana.
 
Diharapkan, pembangunan Monumen Perang Jagaraga ini menjadi sarana pembelajaran bagigenerasi miuda, sekalugus untuk mewujudkan revolusi karakter bangsa.
 
Menyambut kedatangan Bupati dan Wabup Buleleng PASS, Perbekel Desa Jagaraga tampil di panggung menarikan Tarian Baris Tunggal, sementara penari legendaris Ni Luh Menek sebagai penari yang pertama menarikan Tarian Teruna Jaya ciptaan maestro seniman Gde Manik, meski di usia 78 tahun namun masih energik tampil di panggung.
 
Upacara peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati PAS didampingi Wabup Sutjidra diakhir dengan pentas fragmentary Perang Jagaraga oleh generasi muda Desa Jagaraga. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 74147840105561377

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemprov Bali

Pemprov Bali

Advertorial

Advertorial

Pemprov Bali

YURA Shop

Populer

item