AA. Brawida Buka ”The Little Museum” Anak Agung Pandji Tisna di Lovina

Buleleng, Dewata News. com —   Sebagai salah satu cucu pewaris Kerajaan Buleleng dengan raja terakhir Anak Agung Pandji Tisna, Anak Agu...


Buleleng, Dewata News. com — Sebagai salah satu cucu pewaris Kerajaan Buleleng dengan raja terakhir Anak Agung Pandji Tisna, Anak Agung Brawida akhirnya berhasil mewujudkan ”The Little Museum” Anak Agung Pandji Tisna (1908-1978), dengan mengorbankan dua kamar di lantai dua Manggala Homestay di kawasan wisata Lovina.
 
Atas atensi teman-temannya di kancah seniman sastra modern, teater maupun budayawan yang berkumpul di Manggala Homestay, Lovina, Kamis (23/02) petang, ”The Little Museum“ AA Pandji Tisna atau Museum Kecil Anak Agung Panji Tisna mulai dibuka untuk masyarakat, kalangan seni khususnya sehingga dapat melihat dari dekat peninggalan Raja Buleleng, kelahiran tahun 1908 ini. Bahkan, sejumlah buku novel hasil karya dan dokumen lain milik Anak Agung Pandji Tisna.
 
Selain dihadiri para seniman sastra modern, seniman teater dan film maupun budayawan, seperti dr.Soegianto Sastrowardoyo khusus datang dari Jakarta yang sudah lama menjadi warga kampung Metropolitan. Bahkan, juga Kadis Pariwisata Kabupaten Buleleng yang diwakili Kabid Industri Pariwisata Putu Suryani.
 
Tergugah Agung Brawida mewujudkan ”The Little Museum” Anak Agung Pandji Tisna, mengingat beliau, selain penulis novel di blantika nusantara, juga sebagai bapap pariwisata, maupun bapak pendidikan.
 
”AA Pandji Tisna adalah seniman pertama dari Bali yang menerobos kesusastraan tingkat nasional, dengan berbagai hasil karya yang merasuk ditengah-tengah masyarakat maupun di sektor pendidikan, di antaranya karya beliau berjudul Sukreni Gadis Bali,” kata Agung Brawida.
 
Di antara seniman sastra modern maupun teater dan budayawan Soegianto yang tampak hadir, di antaranya Putu Satriya Koesuma, Made Artika maupun Kadek Sonia Priscayanti, Cantiryas Boy, dan Mugiyanto yang pernah dekat dengan almarhum Pandji Tisna.
 
Didampingi istri, Agung Brawida sempat memaparkan tercetusnya nama Lovina dari AA.Pandji Tisna dengan membangun rumah penginapan Manggala dengan tiga kamar bernama Wayan, Made dan Nyoman sekarang berdampingan dengan Hotel Lovina yang dikelola Anak Agung Ngurah Sentanu. Oleh Agung Brawida diistilahkan Lovina I.
 
Masih menurut Agung Brawida, almarhum Pandji Tisna juga menanam pohon mahoni di pinggir jalan yang hingga saat ini masih tumbuh subur, kendati sudah 70-an tahun lebih di depan Manggala Homestay sekarang.
 
Kemudian sebagai Lovina II, AA Pandji Tisna membangun Hotel Tasik Madu yang konon sudah berpindah tangah dan tak terurus maupun Ayodya Pura yang saat ini sebagai Puri AA Ngurah Sentanu di Kalibukbuk.
 
”Karena di kawasan Lovina sekarang ini baru ada tiga rumah penginapan dan selebihnya hamparan kebun berbagai jenis pohon, termasuk pohon kelapa. Pandji Tisna membuat tulisan pada sebuah pohon ”Biarkanlah burung-burung dan tupai hidup dan bermain lepas, bebas di alam bebas”, sehingga kalau ada orang masuk dengan membawa senapan angin, pasti beliau usir keluar,” imbuh Agung Brawida.
 
Dari kumpulnya pecinta seni sastra dan budayawan yang memunculkan diskusi lepas dan bebas, sehingga tak terasa jarumjam menunjukkan pukul 21.00 Wita. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 5929640393659723757

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item