Keberhasilan Program 12 PAS Picu Paslon PASS Ingin Menang Mutlak

Buleleng, Dewata News. Com -   Di akhir pemaparan Program 12 PAS yang telah menorehkan membangun Buleleng kurang dari lima tahun pada p...


Buleleng, Dewata News. Com -  Di akhir pemaparan Program 12 PAS yang telah menorehkan membangun Buleleng kurang dari lima tahun pada periode pertama kepemimpinannya memicu pasangan calonj (paslon) nomor urut 2 PASS pada Pilkada Buleleng, 15 Februari 2017 nanti menang mutlak.
”Saya ingin pada tanggal 15 Februari nanti sebagai pincak Pilkada Buleleng menang mutlak. Dengan menang mutlak akan membuka akses mencari uang di pusat untuk membangun Buleleng lebih maju dan bermartabat,” kata kandidat cabup Putu Agus Suradnyana pada kampanye lanjutan di Sasana Budaya Singaraja, Minggu (15/01) sore.
Untuk mencapai kemanangan mutlak itu, Agus Suradnya sangat menaruh perhatian dan “menyerahkan diri” kepada masyarakat pemilih di Kabupaten Buleleng, tanggal 15 Februari nanti datang ke TPS dengan mencoblos nomor 2 PASS dengan ciri destar putih berisi bunga “pucuk” merah dengan cakupan tangan Om Swastyastu.
Kendati dikonfirmasi usai pemaparan visi misi PASS, Putu Agus Suradnyana pada kampnaye lanjutan sore itu tidak mengenakan pakaian ciri khasnya, karena sebelum berangkat keSasana Budaya diajak keliling kota dengan klub-klub motor yang ada.  Karena itulah, untuk salin pakaian ke rumah sudah tidak ada waktu, sehingga menggunakan celana panjang hitam dan baju putih lengan panjang. Bahkan, dengan membonceng Nyonya Aries Sujati Agus Suradnyana, terpaksa naik motor roda dua. Begitu juga, kandidat cawabup Nyoman Sutjdira membonceng istrinya.
Kendati debat paslon di media elektronik belum digelar, tampaknya PASS pada setiap mengisi waktu jadwal kampanye senantiasa menyindir visi paslon nomor urut 1 SURYA (Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya), terkait program pendidikan di antara tiga program unggulan yang ”dijual” akan membebaskan SPP, dapat pakaian dan makanan gratis.
”Jika pendidikan gratis,dan daoat pakaian maupun makanan gratis, “dije kaliang kecer” (dimana dicarikan uang) mengingat pendapatan asli daerah (PAD) Buleleng masih kecil. Syukur dalam lima tahun ini PAD terus meningkat, di banding awal kepemimpinan PAS hanya Rp125 miliar, dan saat ini sudah mencapai Rp350 miliar lebih,” imbuhnya.
Putu Agus Suradnyana yang akrab disapa PAS didampingi kandidat cawabup Nyoman Sutjidra tidak menampik, bahwa program pembangunan yang telah dilaksanakan di periode pertama kepemimpinannya di Kabupaten Buleleng, akan digunakan sebagai model percontohan bagi PDI Perjuangan Bali karena dinilai sangat bagus untuk kepentingan masyarakat.
Sebelumnya Kelian Desa Pakraman Banyuasri Jro Nyoman Westa mewakili masyarakat pendukung di sejumlah kelurahan yang ada di Kota Singaraja mengisyaratkan warga masyarakat agar pada tanggal 15 Februari nanti memilih calon pemimpin yang cerdas dan berkwalitas. ”Jangan calon seperti beli kucing dalam karung….”pang sing kucing-kucingan,” selorohnya.
Kemeriahan suasana kampanye di Kota Singaraja tambah semarak dengan tampilnya Band Lolot, setelah Wina Anggiani yang siswa kelas terakhir di SMKN 1 Singaraja asal Desa Tamblang ini membacakan puisi Cantiryas Boy berjudul ”Seuntai Harapan Untuk PASS di HATI”. 

Berita Terkait

Politik 4060118720938176

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item