Wagub Sudikerta Tinjau Jalan Longsor di Petang

Badung, Dewata News. Com -  Pasca terjadinya bencana    longsor yang menggerus    jalan yang menghubungkan Petang dan Pelaga di    Kab...



Badung, Dewata News. Com - Pasca terjadinya bencana  longsor yang menggerus  jalan yang menghubungkan Petang dan Pelaga di  Kabupaten Badung, Pemprov Bali segera melakukan kajian berupa pembangunan jembatan. Hal itu dibeberkan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat meninjau bekas longsoran jalan di Petang tersebut, Jumat (2/12). 

Ia menjelaskan langkah itu akan diambil mengingat hal yang serupa telah berulang terjadi. "Hal seperti ini bukan kali pertama, sebelumnya sudah pernah, dan ini adalah yang terparah. Jadi saya pikirkan alternatif lain saja yaitu pembangunan jembatan, karena saya rasa ini yang paling cocok mengingat kondisi tanah saat ini," jelasnya pada awak media yang dalam kesempatan itu turut serta didampingi oleh Kepala Dinas PU Pemprov Bali, Nyoman Astawa Riadi. Terlebih  mengingat Pemprov Bali masih mempunyai dana tak terduga sekitar 4 milyar rupiah, jika ditambah lagi dengan anggaran tahun depan, Sudikerta optimis pembangunan tersebut bisa berjalan.

Dalam peninjauan yang bertujuan untuk mensinkronisasikan kewenangan antara Pemprov Bali dan Pemkab Badung tentang penaganan jalur tersebut, Sudikerta menyampaikan bahwa kewenangan Pemprov hanya sebatas pembangunan badan jalan dan serta di bagain bawahnya yang melingkupi senderan dan sistem drainase adalah kewenangan Pemkab Badung. "Jadi saya kesini juga untuk sinkronisasi dengan Pemkab Badung. Pemprov tidak bisa mengambil langkah berikutnya jika drainase dan senderan belum dikerjakan oleh Pemkab. Jadi tujuan peninjauan saya ke sini juga agar bisa memperbaiki jalan ini secepatnya bersama dengan Badung," imbuhnya.

Kepada masyarakat yang sehari-harinya bergantung pada jembatan ini, Sudikerta menghimbau agar bersabar karena  Pemerintah segera akan memperbaiki jalan vital tersebut. Untuk sementara masyarakat diminta agar menggunakan jalan alternatif lain, meskipun memerlukan waktu yang lebih banyak. "Saya harap masyarakat sabar. Semoga keadaan ini bisa cepat teratasi," pungkasnya.

Sementara itu Camat Petang I Gusti Ngurah Ariawan mengakui ini bukan kali pertama longsor terjadi di daerah ini. Sebelumnya memang pernah terjadi longsor, namun tidak separah ini. Ia menambahkan longsoran pertama terjadi tanggal 10 Nopember, itu pun hanya di pinggiran jalan saja, berikutnya longsor susulan terjadi tanggal 18 Nopember dan sudah mengenai senderan di pinggir jalan. "Dan terakhir tanggal 30 Nopember yang paling parah hingga menghabiskan jalan dan membuat akses jalan putus," lapornya. 

Mengenai langkah penanggulangan, pihaknya mengaku sudah menerima instruksi Bupati untuk segera diperbaiki. "Bupati kami juga berkomitmen untuk segera menanggulangi masalah ini tanpa menunggu apa lagi.  Kami  nyatakan kesiapan untuk memperbaiki apa yang menjadi kewenangan Pemkab Badung sehingga Pemprov bisa melanjutkan memperbaiki apa yang menjadi kewenangannya," tutupnya.

Berita Terkait

Breaking News 7979404456566132387

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Pesta Kesenian Bali XXXIX

YURA Shop

Populer

item