Wagub Sudikerta Terus Gugah Kepedulian Warga Terhadap Sesama

Badung, Dewata News. Com.-  Pemprov Bali tidak bosan bosannya menggugah kepedulian masyarakat terhadap sesama yang memelukan bantuan. ...



Badung, Dewata News. Com.- Pemprov Bali tidak bosan bosannya menggugah kepedulian masyarakat terhadap sesama yang memelukan bantuan. Karena upaya pengentasan kemuskinan tidak saja menjadintanggung jawab pemerintah semata. Seperti yang telah dilakukan PT Bank BPD Bali dengan memberikan  3 unit bantuan bedah rumah sekaligus yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 3 warga kurang mampu di Desa Punggul,Abiansemal, Badung yang diserahkan secara simbolis oleh Wagub Ketut Sudikerta, pada Kamis (28/12  di tempat tinggal salah satu penerima bantuan, I Made Mudita. 

“saya yakin jika masyarakat dan pemerintah bekerja bersama-sama maka tidak akan ada lagi warga miskin di Bali. Bantuan yang disalurkan tidak harus berupa uang, bisa berupa tenaga, pemikiran, maupun barang, setidaknya bisa meringankan beban yang mereka tanggung, ” ujar Sudikerta.  

Lebih jauh, Wagub Sudikerta berharap bantuan tersebut bisa membuat penerima bisa hidup lebih nyaman dengan menempati rumah yang lebih pantas dan permanen, sesuai dengan standar hunian paling sederhana yakni memiliki tempat mandi cuci kakus (MCK) maupun dapur yang terpisah dengan kamar tidur. Tak hanya itu, dengan mendapatkan bantuan bedah rumah, para penerima menurut Wagub Sudikerta akan bisa meningkatkan taraf hidupnya dengan fokus mencari penghasilan untuk menghidupi keluarganya, yang tidak lagi harus memikirkan biaya untuk membangun.

Ditambahkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Nyoman Wenten, bahwa selama pelaksanaan program bedah hampir seluruh RTS yamg masuk dalam pendataan Pemprov Bali yang jumlahnya sekitar 20 ribu RTS,yang belum memiliki rumah layak huni , sudah tertangani. Selain dari pemerintah juga  sudah ditambah dengan bantuan CSR yang jumlahnya mencapai 2 ribu unit. Namun sedikit berbeda dengan data hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan masih ada sekitar 1600 RTS yang belum tertangani, sehingga menurutnya perlu kembali diadakan pendataan ulang untuk mendapatkan data pasti ahar bisa ditindaklanjuti pada realisasi tahun 2017. 

“Data tersebut kan belum diverifikasi, jika sudah diverifikasi saya yakin jauh berbeda jumlahnya. Seperti verifikasi yang kami laksanakan beberapa waktu lalu, kami mengambil sampel salah satu desa di Karangasem yang dinyatakan terdapat 24 RTS yang belum memiliki rumah layak huni, setelah diverifikasi ternyata hanya tersisa 5 RTS, yang 19 RTS sudah mendapatkan bantuan,” jelas Wenten, seraya menjelaskan sasaran Pemprov Bali di tahun 2017 tidak hanya RTS, namun juga warga yang mengidap gangguan mental yang rencananya juga akan mendapatkan bantuan rumah yang lebih layak, yang bangunannya langsung dilengkapi kamar mandi, dan diberi pengamanan berupa terali, sehingga tidak lagi dipasung seperti yang dialami kebanyakan pengidap gangguan mental saat ini. 

“Kami juga rencananya akan menggelontorkan bantuan kepada warga dengan gangguan jiwa, kami ingin memanusiakan mereka, yang biasanya dipasung, buang kotoran jadi satu dengan tempat tinggalnya, akan kami buatkan tempat tinggal yang lebih layak, ada kamar mandinya, dan ruangannya berpengaman terali,” ujar Wenten.

Sementara itu penerima  bantuan bedah rumah Made Mudita hidup demgan memprihatinkan. Ia harus menghidupi istrinya Kadek Murni beserta 2 buah hatinya yang masih balita dengan menjadi buruh swasta dengan penghasilan sekitar 40 ribu/hari. Ia harus tinggal bersama keluarga kecilnya dalam gubuk berdinding gedek berlantai tanah. Penerima bantuan lainnya yakni keluarga Nyoman Sujana yang sehari-hari bekerja sebagai pande, serta keluarga Wayan Buda yang bekerja serabutan. Keduanya merupakan warga Br. Teguan, Ds. Punggul. Mereka masuk dalam data RTS diantara sekitar 150 RTS lainnya di desa tersebut.

Perwakilan BPD Bali, yang kala itu diwakili Kabag Humas dan CSR BPD Bali, AA. Made Agung, menyatakan 3 unit CSR tersebut merupakan program rutin tahunan PT Bank  BPD Bali, yang pada tahun 2016 ini sudah diberikan hampir sekitar 170 unit CSR bedah rumah. Program tersebut merupakan salah satu program diantara 8 program CSR lain, diantaranya bidang pendidikan, kesehatan, olahraga, sarana prasarana, kemitraan, pelestarian alam, dan kegiatan sosial lainnya. Dana yang dianggarkan pun lumayan besar mencapai 7 miliar, dan ditahun 2017 rencananya akan ditingkatkan lagi mencapai 8 miliar.

Pada Kesempatan tersebut, Wagub Sudikerta turut didampingi beberapa Pimpinan SKPD dilingkungan Pemprov Bali, diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali, Kepala Dinas PU Provinsi Bali, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Staf Ahli serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bali

Berita Terkait

Breaking News 4765846235040453163

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemprov Bali

Pemprov Bali

Advertorial

Advertorial

Pemprov Bali

YURA Shop

Populer

item