Sebanyak 2.706 Kasus HIV/AIDS di Buleleng, Sebagian Besar Usia Muda

Buleleng, Dewata News.Com — Kasus penderita virus penyakit HIV/AIDS yang ada ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Buleleng dan sampai ...


Buleleng, Dewata News.Com — Kasus penderita virus penyakit HIV/AIDS yang ada ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Buleleng dan sampai saat ini belum ada obatnya cukup memprihatinkan. Secara komulatif dan tercatat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, hingga bulan November 2016 mencapai kisaran angka 2.706 kasus. Mirisnya, sebagian besar virus HIV/AIDS ini menggerogoti kalangan usia muda hingga produktif.

Menurut catatan Dewata News.com, HIV/AIDS bisa dicegah. HIV dapat menular melalui hubungan seks tanpa kondom, penggunaan jarum/alat suntik yang tercemar HIV, dan dari air susu ibu ke anak. Dengan fenomena virus HIV/AIDS sebagian besar penyebarannya di kalangan usia muda produktif, sebagai cermin terjadinya hubungan bebas sex bebas.

Hubungan bebas sex bebas di kalangan usia muda di Buleleng, khususnya di Kota Singaraja mudah dijumpai sebagai dampak kurangnya pengawasan, baik orang tua, pemilik rumah kos dan aparat berwenang dalam menelusuri rumah penginapan maupun rumah kost ”liar”.

Dengan fenomena seperti itu, sebagai tanda terjadinya degradasi moral yang di tahun 1970-an sudah penulis prediksi melalui artikel opini pada ”Mingguan Suluh Marhaen” akan meledak pada era kekinian.

Adalah Pelaksana Tugas Bupati Buleleng Made Gunaja ketika hadir pada puncak acara peringatan Hari AIDS se-Dunia di Taman Kota Singaraja, Jumat (09/12) malam menyimak HIV/AIDS telah menjadi epidemo global yang menyerang setiap tingkat kehidupan masyarakat.

Bahkan, birokrasi asal Tabanan ini menilai, bahwa HIV/AIDS menjadi salah satu ancaman paling serius yang dihadapi oleh umat manusia saat ini.

Peran pemerintah? Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali ini, pemerintah bersama komponen masyarakat sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penyebaran HIV/AIDS di kabupaten belahan Utara pulau Dewata itu.

”HIV/AIDS sudah menjadi ancaman kita semua. Kita harus bahu-membahu untuk peduli dan juga mencegah penyebarannya agar bisa ditekan,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, sampai dengan bulan November tahun 2016, secara kumulatif telah mencapai angka 2.706 kasus. Kasus yang diketemukan menyebar di setiap kecamatan dengan sebagian besar dari kalangan usia muda. Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Buleleng, Ir. I Made Gunaja, M.Si di sela-sela Acara Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) yang dipusatkan di Taman Kota Singaraja, Jumat (9/12) kemarin. Acara puncak ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Polres Buleleng, para asisten, staf ahli, kepala SKPD lingkup Pemkab Buleleng serta Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) dari berbagai sekolah di Buleleng.

Sementara Ketua Panitia Peringatan Hari AIDS se-Dunia di Buleleng Ida Bagus Geriastika mengungkapkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dengan mengutamakan edukasi mengenai HIV/AIDS.

Ida Bagus Geriastika yang juga Asisten bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng juga menyebut kegiatan pemberian sembako kepada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), di samping dalam bentuk kegiatan lainnya. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1739278884285413689

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item