Gubernur Pastika Minta Peneliti UNUD Lakukan Riset Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Badung, Dewata News. Com -  Sebagai salah satu perguruan tinggi di Bali yang memiliki banyak guru besar dan pakar, Universitas Udayana ...


Badung, Dewata News. Com - Sebagai salah satu perguruan tinggi di Bali yang memiliki banyak guru besar dan pakar, Universitas Udayana (UNUD) diharapkan mampu memberikan konstribusi nyata sebagai bentuk  pengabdiannya kepada masyarakat. Untuk itu segala riset dan penelitian yang dilakukan para peneliti universitas tertua di Bali ini diharapkan memperhatikan kebutuhan masyarakat saat ini. Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya saat membuka pelaksanaan Seminar Nasional Sains dan Teknologi III ( SENASTEK III) Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM ) UNUD di Hotel Patra Jasa Bali Resort and Villa , Kamis (15/12). 

Pada kesempatan itu Pastika menyampaikan tiga hal penting yang menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun program kerja saat ini yaitu upaya mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan  dalam masyarakat serta menciptakan lapangan pekerjaan. Dan UNUD diharapkan dapat memberikan sumbangsih nyata melalui kajian kajian maupun hasil penelitian yang nantinya akan dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan tiga permasalahan besar diatas. 

“Tadi saya dengar dalam Senastek ini, ada kira kira 1000 hasil penelitian yang akan dipresentasikan, saya sangat berharap hasil hasil penelitian tersebut nantinya dapat dimanfaatkan di tengah tengah masyarakat. Ingat setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat bagi  masyarakat. Nanti saya akan lihat judul judul penelitiannya, akan saya pilih beberapa hasil penelitian untuk dipresentasikan dihadapan saya, dan saya harap hasil itu bisa membantu Pemerintah dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarkat,“ imbuhnya. 

Pastika mencontohkan beberapa permasalahan di tengah masyarakat yang saat ini belum terselesaikan secara optimal dan akan menjadi pekerjaan rumah para akademisi antara lain permasalahan kualitas daging sapi Bali yang masih sangat rendah, penyakit tanaman seperti yang terjadi pada pisang, cabe serta jeruk yang kerap menyebabkan petani gagal panen, permasalahan  rabies yang sejak 8 tahun sudah meguras tenaga dan biaya untuk mengatasinya dan hingga saat ini belum ada solusi nyata.  

Tidak hanya itu, Pastika juga meminta agar dibuatkan kajian atau penelitian tentang optimalisasi pemanfaatan dana desa serta hibah bansos terhadap pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarkat. 

“Masih banyak permasalahan ataupun persoalan di masyarakat yang memerlukan andil para ahli, para akademisi untuk menyelesaikannya, termasuk untuk memprediksikan arah perkembangan dan perencanaan pembangunan beberapa tahun kedepan. Yang terpenting bukanlah jumlah penelitiannya namun seberapa  besar manfaatnya bagi masyarakat, kita harus fokus karena kita sesungguhnya mememiliki sumber daya manusia yang memilki potensi besar untuk menguasai sains dan teknologi bahkan berkompetensi untuk menguasai dunia,“ ujarnya. 

Terkait penyelenggaraan seminar yang diselenggarakan oleh LPPM UNUD  ini secara berkelanjutan, ia menyampaikan apresiasinya mengingat  kegiatan ini sangat penting sebagai wahana bertukar pandangan sekaligus mendiskusikan berbagai hal terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan berpengaruh terhadap tatanan dunia global. Lebih dari itu diharapkan dapat menemukan solusi solusi baru dalam mengatasi setiap permasalahan sosial kemasyarakatan dan pembangunan yang semakin kompleks sekaligus jugasebagai upaya  mendorong kualitas dan kuantitas penelitian yang  lahir dari perguruan tinggi. 

“Kemajuan dunia ditentukan oleh sains dan teknologi, tetapi penguasaan sains dan teknologi harus dilandasi komitmen untuk mengembangkan sains dan teknologi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarkat dan dunia, “ harapnya optimis. 

Hal senada juga disampaikan oleh Rektor UNUD  yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Prof. Dr.Drh. I Made Damriyasa, MS, dimana dalam sambutan lisannya ia menyampaikan bahwa sudah saatnya penelitian yang dilakukan oleh para dosen UNUD tidak lagi berdasarkan pada kegemaran atau selera  para penelitinya tetapi berdasar pada kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat maupun stake  holder lainnya sehingga hasil risetnya diharapkan dapat diimplementasikan langsung dan bermanfaat optimal bagi masyarkat. 

Ia mencontohkan tentang keberadaan program Pemprov Simantri yang diharapkan bisa dijadikan obyek penelitian para akademisi sebagai bentuk dukungan terhadap program itu.  Kedepannya UNUD akan terus meningkatkan sarana dan prasarana bagi para dosen agar dapat menghasilkan penelitian yang berkualitas. Senastek III Tahun 2016 berlangsung selama dua hari dari tanggal 15- 16 Desember 2016  dengan mengangkat tema “ Inovasi, Humaniora, sains dan Teknologi Untuk Pembangunan Berkelanjutan “ diikuti lebih dari 970 peserta yang berpartisipasi dalam presentasi oral dan presentasi poster dari berbagai instansi seluruh Indonesia. 

Seminar juga akan mengahadirkan tiga pembicara utama yaitu Ir. Arcandra Tahar. M.Sc,Ph. D ( Wakil Mentri Energi dan sumber Daya Mineral Republik Indonesia ), Prof.Dr.Ocky Radjasa,M.Sc ( Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarkat Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)  serta Prof.Dr.Drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika ( Guru besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana ). 

Berita Terkait

Breaking News 8733933768406308051

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemprov Bali

Pemprov Bali

Advertorial

Advertorial

Pemprov Bali

YURA Shop

Populer

item