Dua dari 10 KK Calon Transmigran Buleleng Batal Transmigrasi ke Mamuju

Buleleng, Dewata News. Com —  Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Buleleng Made Gunaja, Asisten.I Setda Buleleng Made Arya Sukerta m...


Buleleng, Dewata News. Com —  Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Buleleng Made Gunaja, Asisten.I Setda Buleleng Made Arya Sukerta melepas 8 kepala keluarga (KK) yang akan bertransmigrasi ke UPT Sinyonyoi, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Pelepasan transmigran yang dilaksanakan di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati Buleleng, Kamis (01/12) dihadiri  Kepala Disnakertrans Ni Made Dwi Priyantini Putri dan Dirut Bank BPD Bali Cabang Singaraja, I Made Lestara Widiatmika. 

Sebagai dilansir Humas Buleleng, sebelumnya, Kabupaten Buleleng mendapatkan kuota 10 KK dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi RI, namun karena ada satu calon transmigran meninggal dunia atas nama I Ketut Sudiarta asal Desa Alasangker Kecamatan Buleleng dan I Nyoman Sukertia asal Desa Sangket, Kecamatan Sukasada yang mengundurkan diri. Dengan demikian, Kabupaten Buleleng hanya bisa memberangkatkan 8 KK yang terdiri dari 28 jiwa.

Sebelum menuju lokasi transmigrasi, para transmigran asal Buleleng akan berkumpul dengan transmigran asal kabupaten lain dari Provinsi Bali. Selanjutnya, pada hari Jumat (02/12) seluruh transmigran asal Provinsi Bali akan dilepas oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan keesokan harinya transmigran akan berangkat menuju lokasi transmigrasi menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Benoa menuju Makassar, Sulawesi Selatan dan selanjutnya perjalanan melalui perjalanan darat menuju UPT masing-masing.

Asisten I Setda Buleleng Made Arya Sukerta mengatakan, sebelum menentukan transmigran, Pemkab Buleleng melalui Disnakertrans telah melakukan seleksi kepada para calon transmigran. Begitu pula, pemkab Buleleng sudah melakukan peninjauan lokasi terlebih dahulu dan sejak awal selalu mengawal kerjasama dua daerah.

“Tentu mereka memiliki semangat dalam dirinya untuk memulai kehidupan baru disana. Kami berharap dan yakin mereka akan sukses di daerah tersebut. Karena kami melihat lokasi tersebut sangat subur, sehingga mereka bisa memanfaatkannya dengan baik,” kata Arya Sukerta.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Ni Made Dwi Priyantini Putri  menjelaskan, perekrutan calon transmigran ini tidak dengan paksaan, melainkan program transmigrasi ini ditawarkan kepada masyarakat.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi keseluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng untuk mencari warga masyarakat yang mau menjadi transmigran. Dwi mengatakan, Kabupaten Buleleng sudah tiga kali mengikuti program transmigrasi yaitu pada tahun 2014 dan tahun 2015 namun gagal dikirim karena persiapan infrastrukturnya tidak selesai.

”Kami sudah membuat perjanjian dengan pemerintah Kabupaten Mamuju sebagai penerima transmigran untuk menjaga situasi dan kondisi para transmigran di daerah tersebut,” ujarnya.

Dalam acara pelepasan transmigran ini, Pamkab Buleleng memberikan bantuan berupa 24 bibit pohon jambu, pohon sirsak dan pisang, 1 buah sensor dari Disnakertrans, 1 buah sensor dari BPD Bali Cabang Singaraja dan buku Agama Hindu yang diserahkan langsung oleh Ass.I Setda Buleleng Made Arya Sukerta. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4705526471321196917

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item