Alokasikan 14 % dari APBD, Wagub Tegaskan Komitmen Pemprov bagi Sektor Pertanian

Denpasar, Dewata News. Com -  Wakil Gubernur Ketut Sudikerta menegaskan komitmen Pemprov terhadap sektor pertanian dengan mengucurkan...


Denpasar, Dewata News. Com - Wakil Gubernur Ketut Sudikerta menegaskan komitmen Pemprov terhadap sektor pertanian dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 700 milyar di tahun 2017 yang merupakan  14% dari total APBD Provinsi Bali. Menurutnya dari total dana tersebut digunakan untuk memfokuskan program dan kegiatan pada empat hal yang meliputi  tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakandan Perikanan melalui upaya pengembangan infrastruktur pertanian dan perikanan, rencana pembangunan waduk/bendungan untuk menunjang sektor pertanian, pengembangan infrastruktur jalan usaha tani serta pengembangan infrastruktur irigasi. Demikian disampaikannya saat berbicarai pada acara yang bertajuk Visi Pertanian Bali dalam rangka Agrinesia (Agricultural Network Indonesia) bertempat di Agung Room Hotel Inna Grand Bali Beach, Denpasar (3/12)

Masih menurutnya   bentuk komitmen Pemprov Bali para petani juga  menerima bantuan yang  diberikan secara langsung, yang meliputi bantuan benih padi, bantuan bibit hortikultura, subsidi pupuk organik. "Bahkan melalui program unggulan kita Simantri, Pemprov juga telah memfasilitasi asuransi sapi Simantri 1.740 ekor dan Simantri adalah program pertanian moderen yang bertujuan juga untuk menarik minat anak muda agar mulai menggeluti usaha ini," jelasnya.

Selain pengembangan unit Simantri, usaha Pemprov Bali dalam rangka menarik minat masyarakat untuk bertani juga meliputi pelatihan dan pembinaan teknis kepada para penyuluh pertanian serta kepada kelompok subak dan kelompok ternak yang tersebarsi semibaln Kabupaten/Kota di Bali. Mengenai permasalahan pemasaran yang selalu menjadi kendala, Pemprov juga telah membentuk 13 Sub Terminal Agribisnis (STA). Dimana beberapa STA itu juga telah melaksanakan MOU dengan beberapa hotel dan swalayan di Bali. Wagub Sudikerta juga menambahkan hasil dari usaha pemerintah dalam memajukan pertanian dan menjaga ketahanan pangan bisa dilihat dari angka statistik yaitu Nilai Tukar Petani (NTP) di Bali sesuai data BPS berada di angka 107,13% melebihi tingkat nasional yang hanya 101%.  

Selain itu sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB Bali tahun 2015 juga mencapai 14.92% tertinggi kedua setelah sektor jasa akomodasi sebesar 22,82%. Ia juga menambahkan rata-rata produksi beras di Bali per tahun mencapai 525 ribu ton, melebih kebutuhan rata-rata yang hanya 450 ribu ton. Namun kata dia, usaha-usaha itu juga masih menemui kendala seperti alih fungsi lahan yang masih banyak, insentif berusaha tani yang relatif masih rendah serta isu keterbatasan irigasi pada musim kemarau. "Namun kami di pemerintahan selalu berusaha memecahkan masalah tersebut dan selalu berkomitmen kembali ke jati diri masyarakat yaitu bertani," pungkasnya.

Peserta diskusi lainnya  I Wayan Koster menyampaikan pendapatnya yang  menyayangkan sikap para pendahulu yang cenderung mementingkan usaha industri dan mengesampingkan sektor pertanian. "Hal itu bisa dilihat dari industri selalu dijadikan indikator dalam setiap pertumbuhan ekonomi di daerah," jelasnya. Menurutnya pemecahan masalah tidak hanya bersumbu dari pemberian subsidi dan bantuan langsung kepada petani, namun pemerintah juga harus memikirkan langkah pendistribusian hasil pertanian itu sendiri. "Pemerintah juga harus menyediakan ruang bagi para petani untuk menjual hasilnya. Jika itu tercapai maka kehidupan para petani akan terangkat," jelasnya.

Pendapat lain datang dari Wisnu Bawa Tenaya  juga sepakat akan pentingnya Pemerintah dalam usaha memasarkan produk lokal. Ia bahkan menggagas agar pemerintah membuat pabrik yang bisa mengolah hasil tani menjadi produk yang bisa dikonsumsi secara massal. "Misalkan kita bisa bikin pabrik Vitamin C, dari hasil kebun jeruk Kintamani atau Salak Karangasem. Selain membantu pemasaran hasil tani, usaha itu juga bisa menyerap tenaga kerja,"
bebernya. Ia juga menyarankan agar dibuatkan regulasi yang mengatur agar hotel, restoran di bawah komando PHRI untuk selalu menggunakan produk asli petani Bali.

Sementara itu Senator Arya Wedakarna berpendapat agar sarana prasarana serta infrastruktur pertanian harus mendapat perhatian besar. Ia menyayangkan sedikitnya perhatian pemerintah akan kondisi danau di Bali, yang menjadi sumber utama penyaluran air bagi pertanian di Bali. "Saya harap ke depan perhatian pemerintah tidak sebatas acara festival danau A atau danau B saja, kita perlu revitalisasi danau agar bisa memberikan irigasi yang maksimal bagi pertanian," imbuhnya. Selain itu, ia juga mengajak anak muda kembali ke pertanian, sebagai pekerjaan utama masyarakat Bali yang sesuai dengan filosofi masyarakat selama ini.

Berita Terkait

Breaking News 7608956571353708151

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item