Sebagai Penulis, AA.Pandji Tisna juga Pahlawan

Oleh: Made Tirthayasa Bali dan Kabupaten Buleleng mempunyai penulis Anak Agung Pandji Tisna. Sang sastrawan Angkatan Pujangga Baru,...


Oleh: Made Tirthayasa

Bali dan Kabupaten Buleleng mempunyai penulis Anak Agung Pandji Tisna. Sang sastrawan Angkatan Pujangga Baru, AA.Panji Tisna adalah penulis Bali modern pertama yang berhasil memasuki jagat sastra Indonesia, dan pengarang Bali pertama yang berhasil mengibarkan Bali di forum nasional.

Langkahnya menjadi angin yang selalu akan meniup perahu para pengarang di Bali untuk melihat, bahwa Bali juga punya potensi sastra yang tinggal diasah saja.

Sebagai Penulis, sang sastrawan Angkatan Pujangga Baru, Raja Buleleng, Tokoh Pendidikan maupun Bapak Pariwisata Bali, A.A. Panji Tisna Juga Pahlawan. Sebab, bukannya perjuangan fisik saja yang menjadi pedoman di khalayak ramai. Juga permasalahan kepuasan dan ketidak-adilan dapat tercermin didalamnya, sehingga Penulis Juga Pahlawan, seperti Anak Agung Pandji Tisna.

Pengelingsir Puri Agung Singaraja (Puri Gede Buleleng), Anak Agung Ngurah Ugrasena berharap, Jejak Langkah Nafas A.A.Panji Tisna ini, masyarakat Bali khususnya dan masyarakat Nusantara, bahkan dunia akan dapat mengenal lebih dekat sosok budayawan, tokoh pendidikan, perintis pariwisata dan raja Buleleng terakhir serta tokoh pembaharuan di Bali ini.

Sebab, ”Jejak Langkah Nafas A.A.Panji Tisna” sebagai seorang sastrawan Pujangga Baru maupun tokoh pendidikan dan perintis pariwisata yang patut mendapat penghargaan.

Dari Jejak Langkah Nafas AA.Panji Tisna itu, sudah semestinya hasil seminar Profil Anak Agung Panji Tisna serangkaian kegiatan Festival Lovina dan Sail Indonesia Tahun 2013 lalu diwujudnyatakan untuk mengabadikan nama besar sang Pujangga Bali Utara ini sebagai nama jalan dari simpang empat Panji hingga simpat empat Dencarik, Kecamatan Banjar.

Mengabadikan nama jalan AA.Panji Tisna yang membelah kawasan wisata Lovina sudah tiga tahun sebagai korban pembiaran Pemerintah Kabupaten Buleleng itu, adalah juga merupakan kesepakatan para pelaku pariwisata di Desa Penyangga kawasan wisata Lovina.

Selain itu, pentingnya dibangun sebuah patung yang berukuran cukup besar di pusat keramaian Lovina atau Singaraja serta melakukan kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan untuk mengenang AA.Panji Tisna melalui karya-karyanya..

Kalau boleh saya kutip peristiwa di negara-negara maju, sebagai perbandingan saja. Dimana sering suasana bermula bertolak dari strategi tulis-menulis,mencurahkan buah pikiran mereka, sebelum mereka ada kesepakatan untuk mobilisasi kepentingan rakyat.

Kalau kita mengalih kepada negara lebih besar, seperti Perancis misalnya, pengarang-pengarang itu menyodorkan buah pikiran bagi sesamanya, pendorong mental, sehingga keuletan berjuang dan persiapan mental telah tersedia.

Hal ini, menurut hemat saya, ini-pun seharusnya berlaku di tanah air kita. Dengan singkat saya katakan, bahwa perjuangan non-fisik ada di tangan penulis, pemikir yang sadar dan tahu akan kewajibannya, menunjukkan jiwa artokrasi dalamarti yang luas, seperti Anak Agung Pandji Tisna.

Dalam hal ini juga saya lihat, bahwa Balai Pustaka adalah satu lembaga yang andal buat cermin rohani perjuangan itu. Dan tentu dalam pemeliharaan kesatuan bahasa Indonesia yang terarah, melukiskan pikiran-pikiran dan pengalaman-pengalaman yang sama maupun berbeda demi Kesatuan Negara Republik Indonesia.

Berita Terkait

Bedah Khusus 1752888947065669675

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item