Minimnya Pasokan, Harga Cabai dan Bawang di Buleleng Melonjak

Buleleng, Dewata News. Com — Minimnya pasokan cabai rawit, cabai besar, bawang merah dan bawang putih yang masuk ke Buleleng menjadi sa...


Buleleng, Dewata News. Com — Minimnya pasokan cabai rawit, cabai besar, bawang merah dan bawang putih yang masuk ke Buleleng menjadi salah satu pemicu melonjaknya harga komoditi tersebut di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Buleleng.

Harga bumbu dapur yang mengalami fluktuasi sejak Oktober lalu, hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan ibu rumah tangga, termasuk  para pedagang nasi campur dan lauk pauk di seputar Kota Singaraja.

Cabai rawit, cabai besar, bawang merah dan bawang putih sebagai bahan dasar bumbu, memang tidak bisa dilepaskan dengan bumbu dapur lainnya.

Salah seorang pedagang soto di Singaraja, Ibu Usman mengakui, untuk menyiasati kenaikan harga bumbu dapur, ia kini hanya membeli bumbu secukupnya dan diupayakan bisa memenuhi bahan baku tanpa mengurangi cita rasa masakannya untuk menekan agar tidak terjadi kenaikan harga soto yang dijual.

Keluhan yang sama juga dirasakan pedagang makanan lainnya, termasuk pedagang bumbu dapur, karena harga yang mahal menyulitkan pedagang untuk menjual.

Melonjaknya harga beberapa bahan bumbu dapur juga diakui Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng,  Drs. Ketut Suparto, MMA..

“Salah satu pemicunya akibat pengaruh cuaca dan berkurangnya pasokan dari luar Kabupaten Buleleng. Dengan demikian selama melonjaknya harga cabai dan bawang, beberapa pasar tradisional di Buleleng lebih banyak mengandalkan pasokan lokal seperti cabai dari Gerokgak”, ucap Suparto.

Ketut Suparto menambahkan, meningkatnya harga cabai rawit dan cabai besar selain akibat terbatasnya produksi terkendala cuaca, juga sebagian diantaranya dibawa keluar Bali seperti Jawa, untuk memenuhi kebutuhan produksi sambal botolan.

Namun demikian, dari hasil pantauannya di beberapa pasar tradisional, dilihat dari persediaan untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional di Buleleng untuk saat ini  dinilai masih cukup memadai dan diharapkan di daerah luar Bali produksinya ke-depan bisa normal kembali seperti semula.

Sementara itu untuk kebutuhan 9 bahan pokok lainnya dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, pasokan maupun harganya masih stabil walau terjadi sedikit peningkatan harga. Namun menurut Kadis Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng, Ketut Suparto, harganya masih normal. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 858229880454585644

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item