Ketua Dekranasda Prov. Bali Kunjungi Empat Pengrajin Binaan

Dewata News. Com - Sebagai mitra kerja pemerintah yang bertujuan untuk mengembangkan seni dan hasil kerajinan, Dewan Kerajinan Nasiona...


Dewata News. Com - Sebagai mitra kerja pemerintah yang bertujuan untuk mengembangkan seni dan hasil kerajinan, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Bali dan Kabupaten/kota se Bali memiliki  peran penting dalam mendukung produktivitas dan industri kreatif kerajinan Bali. Untuk itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali mengintensifkan kunjungan ke sentra-sentra pengrajin di delapan kabupaten dan kota se-Bali.

Seperti halnya salah satu sentra kerajinan yang dikunjungi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika beserta rombongan pada Senin (22/11) ialah sentra kerajinan souvenir “Bali Creative” di Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar.

Bali Creative memproduksi berbagai jenis kerajinan (souvenis) seperti kipas, tempat seserahan, keben, boneka, sabun, minyak wangi yang dikemas menjadi souvenir pernikahan. Selain itu, mereka juga menampung berbagai jenis produk kerajinan dari sejumlah sentra industri di Kabupaten Gianyar.


Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Pastika yang didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Nyonya Surya Adnyani Mahayastra sangat terkesan dengan hasil souvenir dari usaha milik Ketut Susilawati Tanteri tersebut. Ia menekankan agar setiap produk harus mencirikan nuansa Bali. Meskipun produknya sedikit, namun bisa mencerminkan bahwa produksi tersebut hasil dari Bali bukan daerah lain di Indonesia.

"Kalau bisa tolong isi yang mencirikan Bali sebagai identitas kita. Karena Saya tidak mau pengrajin Bali yang sudah capek-capek membuat desain, namun akhirnya dijiplak dan diakui oleh daerah lain," ujar Ny. Ayu Pastika sembari melihat beberapa hasil kerajinan yang dipajang.


Usai meninjau Bali Kreative, Ny. Ayu Pastika kemudian mengunjungi pengrajin keben dengan motif cangkang telur di Banjar Tegal, Desa Tulikup, Gianyar milik I Wayan Indra. Menurut Indra, kerajinan yang dihasilkan saat ini sepi peminat. Ditambahkannya, untuk pemasaran kerajinannya baru sebatas lokal di Bali dan di pamerkan dalam beberapa kesempatan. Ia berharap pemerintah bisa ikut membantu proses pemasarannya, mengingat saat ini produk yang dihasilkannya telah memiliki hak cipta di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan jenis ciptaan Seni Motif “Ukir Telor”.


Selain melakukan pembinaan kepada pengrajin di kedua banjar daerah "gudang seni" tersebut, Ny. Ayu Pastika juga mengunjungi dua pengrajin di Bumi Lahar, Karangasem. Didampingi Ketua Dekranasda Kab. Karangasem Ny. Sarini Artha Dipa dan Kadisperindag Kab. Karangasem IGN Suarta , Ny. Ayu Pastika mengunjungi pengrajin olahan daur ulang limbah Anorganik “Ujung Handycraft Collection” di Br. Dinas Ujung Tengah, Desa Tumbu, Karangasem dibawah pimpinan I Nengah Kerta. 


Serta pengrajin aksesoris “Seraya Silver” milik Nengah Bagus Sulendra di Banjar Merajan, Desa Seraya Barat, Karangasem. Menurut penuturan Sulendra, hasil kerajinannya saat ini dipasarkan di wilayah Sukawati dan Ubud, Gianyar. (DN - NgR)

Berita Terkait

Breaking News 249384998671211616

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item