Jelang Laga, Bali United Selalu Jalani Ritual Agama Hindu di Dipta

Mangupura, Dewata News. Com - Beberapa hasil kurang memuaskan yang diraih Bali United dalam beberapa pertandingan terakhir membuat bany...


Mangupura, Dewata News. Com - Beberapa hasil kurang memuaskan yang diraih Bali United dalam beberapa pertandingan terakhir membuat banyak pihak menyangkutpautkan hal tersebut dengan beberapa faktor. Mulai dari faktor pelatih, hingga ada dugaan panitia penyelenggara tidak melaksanakan ritual sebagaimana yang seharusnya dilakukan umat Hindu di Bali sebelum menyelenggarakan sebuah acara.

Mengenai hal tersebut, CEO Bali United, Yabes Tanuri mengatakan, segala kebutuhan yang berkaitan dengan ritual keagamaan di Stadion Kapten I Wayan Dipta tidak pernah dilewatkan oleh panpel yang beragama Hindu.

"Walaupun saya bukan orang Bali asli, namun saya tetap mewajibkan segala macam ritual Agama Hindu di stadion harus tetap terselenggara sebagaimana mestinya setiap hari. Saya sadar betul Bali United bermarkas di Bali dan sudah seharusnya kami tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan Bali dengan tetap menjalankan ritual-ritual yang menjadi hal wajib di Bali," ujar Yabes Tanuri.

Hal senada juga disampaikan koordinator umum Bali United, I Ketut Suantika yang mengatakan bahwa panpel Stadion Dipta tidak pernah absen untuk melakukan ritual keagamaan setiap harinya.

"Kami dari panpel selalu menjalankan ritual umat Hindu di stadion sebagaimana yang biasa kami lakukan di rumah kami masing-masing maupun di Pura. Ritual yang dimaksud seperti menghaturkan canang dan sesajen di seluruh sudut stadion setiap harinya. Selain itu para pemain yang beragama Hindu juga selalu melakukan persembahyangan sebelum pertandingan," ujar Ketut Suantika.

Ia juga ingin meluruskan bila ada pihak yang menganggap hasil negatif yang diraih tim Serdadu Tridatu akhir-akhir ini lantaran kelalaian panpel dalam melaksanakan ritual keagamaan di stadion, serta dipindahkannya lokasi Padmasana (tempat persembahyangan dan meletakkan sesajen bagi Umat Hindu).

"Ada juga yang mengatakan bila dipindahkannya Padmasana dari atas tribun utara ke bagian bawah stadion membuat sang penunggu stadion menjadi marah dan berimbas pada daya magis stadion yang hilang. Yang bisa saya sampaikan adalah pemindahan Padmasana tersebut atas saran dari pemangku di Pura Ulun Carik. Jadi hal tersebut bukan menjadi penyebab atas hasil yang diperoleh Bali United di beberapa pertandingan terakhir," tegas Suantika.

Berita Terkait

Sport 1167001512576682601

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item