Jalan Rusak Berat Sudah Tahap Tender, Warga Desa Wanagiri Sumringah

Buleleng, Dewata News. Com —  Perbaikan jalan yang ada di Desa Wanagiri, khususnya di wilayah Dusun Bhuana Sari, Kecamatan Sukasada men...


Buleleng, Dewata News. Com —  Perbaikan jalan yang ada di Desa Wanagiri, khususnya di wilayah Dusun Bhuana Sari, Kecamatan Sukasada mendekati kenyataan. Saat ini sudah  memasuki tahapan tender oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Buleleng.

Sebelumnya, warga di Dusun Bhuana Sari seperti terisolir karena akses jalan satu satunya mengalami kerusakan sangat parah. Penegasan sudah dalam tahap tendedr ini disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra saat menghadiri undangan temu wirasa serangkaian Lomba Subak Abian di Balai Subak Satya Wacna Giri, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Senin (10/10).

Menurut Wabup Sutjidra, perhatian Pemkab Buleleng pada Infrastruktur jalan  akan terus dipacu apalagi jalan ini disebut–sebut sebagai kawasan sentral produksi pertanian atau salah satu jalur/akses prokonomian masyarakat.
                                                                                          ”Bila jalan yang ada di dusun ini  di hotmix, akan mempermudah pemasaran hasil–hasil pertanian masyarakat, ini merupakan akses penting guna mempermudah jalur perekonomian masyarakat,” pungkas Wabup Sutjidra

Kendati demikian, Sutjidra mengingatkan bahwa perbaikan jalan yang masih dalam proses tender ini tidak lantas langsung bisa dibangun.

”Jalan itu sudah pasti dibangun, tinggal nunggu saja realisasi usai tender siapa pemenangnya, proyek akan segera dilaksanakan," terangnya.

Lebih lanjut, Wabup Sutjidra menambahkan, peningkatan jalan yang ada di Desa Wanagiri menjadi prioritas utama, dikarenakan hasil–hasil pertanian yang ada cukup besar. Saat ini masih sampai pada tahap tender," imbuhnya.

Sementara itu. dalam penilaian subak Satya Wacana Giri,  Wabup Sutjidra mengatakan bahwa subak merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melestarikan keberadaan subak sebagai penopang pariwisata budaya di Bali dan Buleleng  khususnya.

Ditambahkan dalam persubakan sangat berkaitan erat dengan konsep ajaran agama Hindu yakni Tri Hita Karana (Prahyangan, Pawongan dan Palemahan). Dibidang prahyangan diharapkan krama subak tetap memelihara keberadaan parhyangan subak dengan melaksanakan bhakti melalui upacara di persawahan dan penegalan. Bidang pawongan, krama subak selalu meningkatkan rasa “sagilik saguluk, paras paros sarpanaya salunglung sabayantaka” serta memberdayakan sekaa-sekaa, kelompok tani, usaha produktif yang ada. Sementara dibidang palemahan, diharapkan krama subak dapat melaksanakan program sistem pertanian terintegrasi dan program Petani Mandiri Sejahtera,” katanya. (DN - TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 7724520504825080137

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item