Gubernur Pastika lakukan Peletakkan Batu Pertama Pengembangan PLTS di Kantor Gubernur Bali

Denpasar, Dewata News. Com -  Sebagai tindak lanjut terpilihnya Bali menjadi Center of Excellence (CoE) energi bersih Kementerian ESDM ...


Denpasar, Dewata News. Com - Sebagai tindak lanjut terpilihnya Bali menjadi Center of Excellence (CoE) energi bersih Kementerian ESDM melakukan pemasangan sistem Smart Grid pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kantor Gubernur Bali, pada Jumat (16/9) yang peletakan batu pertamnya dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Pastika menyambut baik atas terealisasinya pekerjaan pengembangan sistem smart grid sebagai langkah awal upaya Pemprov Bali menggunakan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Menurut Pastika, hal tersebut sejalan dengan program Bali Mandara untuk mewujudkan Bali Green Province.

“Ini bak gayung bersambut karena dari dulu kita sebenarnya ingin mewujudkan Bali Green Province yang terdiri dari Green Culture, Green Economy, Green Regulations. Nah yang saat ini kita lakukan adalah Green Economy yaitu meliputi energi yakni energi terbarukan agar tidak lagi menggunakan diesel ataupun batubara,” ungkap Pastika.


Ditambahkan Pastika, kantor Pemerintah Provinsi Bali akan memulai penggunaan PLTS dan diharapkan instansi pemerintahan lainnya bisa mengikutinya. Kedepan Bali yang kaya akan sinar matahari, akan beralih ke matahari ataupun energi lainnya seperti sampah.

“Bali harus mandiri secara energi, dan energi tersebut adalah energi ramah lingkungan. Untuk mewujudkan itu, semua diesel harus diganti menjadi gas dan EBT,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Litbang Kementerian ESDM Republik Indonesia, Wawan Supriatnamengungkapkan alasan dipilihnya Bali sebagai Center of Excellence (CoE) energi bersih karena Bali merupakan daerah kunjungan dan menarik bagi wisatawan, ukuran pulau dan lokasi strategis, infrastruktur telah dibangun serta semangat dan kepemimpinan yang tinggi dari pemerintah dan masyarakatnya.

“Pengerjaan ini berdasarkan KEPMEN ESDM No 4421.K/20/MEM/2015 tentang Penetapan Provinsi Bali Sebagai Kawasan Nasional Energi Bersih, Kesepakatan Bersama antara Kementerian ESDM dan Pemerintah Provinsi Bali  serta Nota Kesepahaman antara Balitbang ESDM dan Universitas Udayana,” ungkap Wawan.


Tindak lanjut dari penetapan ini adalah  pengembangan potensi EBT Bali agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Bali secara berkelanjutan. Program ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya percepatan pencapaian target pemanfaatan EBT dalam bauran energi nasional, sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Ditambahkan Wawan, Smart Grid System merupakan Konsep Tata Kelola energi listrik yang mampu mengakomodir peran pembangkit listrik kecil EBT secara optimal, dimana komunikasi terjadi dua arah antara produsen listrik serta konsumennya dan merupakan  gabungan teknologi sensing, informasi, dan komunkasi pada system tenaga listrik yang sudah ada serta Bertujuan untuk menghemat atau meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga listrik.

Proyek yang akan dikerjakan oleh PT. Mitra Utama Jaya (MUJ) tersebut menggunakan dana APBN hampir 15 miliar dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2016 ini.

Acara peletakan batu pertama ini yang diawali dengan persembahyangan bersama tersebut juga dihadiri Sekda Provinsi Bali Cok Ngurah Pemayun, dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemprov Bali. (DN - AN)

Berita Terkait

Breaking News 3826582603462907344

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item