Gubernur Pastika Dukung Pelaksanaan World Culture Forum di Bali

Denpasar, Dewata News. Com -  Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dan mendukung dipilihnya Bali sebagai tuan rumah digelarnya...


Denpasar, Dewata News. Com - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi dan mendukung dipilihnya Bali sebagai tuan rumah digelarnya acara World Culture Forum (WCF) ke II Tahun 2016 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 10 s.d 13 Oktober 2016. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audensi rombongan Panitia WCF yang dipimpin Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid di ruang kerjanya, Kamis (22/9).

Lebih jauh, Gubernur Pastika menyampaikan harapannya agar WCF kali ini bisa menghasilkan kebijakan yang benar-benar menunjukan kebudayaan-kebudayaan dunia dan Indonesia khususnya, disamping juga sebagai ajang seminar umum tentang kebudayaan seperti yang sudah biasa diselenggarakan. 

“WCF ini tentang ide yang besar, bukan ide yang biasa, jangan hanya diisi dengan seminar. Seharusnya WCF ini digelar rutin sepanjang tahun di seluruh kepulauan Indonesia dan Bali sebagai puncaknya, sehingga nantinya Indonesia bisa menunjukkan benar-benar bisa menjadi pusat kebudayaan dunia. Karena kita untuk saat ini memang baru bisa berkiprah di sektor budaya, kalau teknologi mungkin kita masih kalah dengan negara-negara lain,” urai Pastika seraya kembali menceritakan awal mula dicetuskannya WCF pada 2008 dengan ide memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100 dan Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai markas besarnya. 

Tak sebatas itu saja, WCF yang direncanakan kala itu juga mencetuskan ide diukirnya relief kebudayaan-kebudayaan utama yang ada di dunia pada dinding diseputaran GWK. Rencana tersebut diharapkan dapat menarik minat wisatawan ke seluruh wilayah Indonesia seiring dilaksanakan di seluruh kepulauan dengan sistem swastanisasi, namun semenjak dilaksanakan oleh pemerintah dengan model proyek, even tersebut menjadi kurang bergaung dengan perhelatan rutin semata. Gubernur Pastika pun berharap melalui Dirjen Kebudayaan saat ini bisa membangkitkan kembali roh WCF dengan kembali  menggelarnya sesuai ide awal terbentuk even tersebut.

Even yang rencananya juga mengundang perwakilan Negara-Negara tetangga tersebut, juga diharapkan menjaga kualitas acara terutama pementasan seni budaya yang akan dipentaskan.

Seperti disampaikan sebelumnya oleh Hilmar Farid, bahwa perhelatan itu rencananya akan digelar dari tanggal 10 s.d 13 Oktober 2016 dengan  agenda pawai budaya, simposium, seminar, rapat pleno, dan acara puncak digelar pada tanggal 13 Oktober 2016. Tak hanya itu, untuk memberi ruang bagi peserta generasi muda akan digelar acara khusus  yakni Youth Forum yang akan melaksanakan kunjungan ke 4 daerah di Bali yakni Penglipuran, Tenganan, Bedulu dan Bogan. Forum WCF kali ini juga menurutnya diharapkan bisa melahirkan pembentukan panitia yang selanjutnya akan bertanggungjawab melanjutkan WCF. 

Forum kali ini rencananya akan diikuti sekitar 30 pembicara, dan Menteri negara-negara tetangga yang hingga saat ini menurutnya sudah melaksanakan konfirmasi sekitar 13 Menteri, dan diyakini akan bertambah lagi. (DN - HuM)

Berita Terkait

Breaking News 4865834027021208870

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item