Gubernur Pastika Bantu Tiga Bocah Bersaudara Tanpa Orang Tua Asal Ban Karangasem

Karangasem, Dewata News. Com -  Kondisi 3 bersaudara asal Desa Ban, Karangasem yang hidup dalam suasana memprihatinkan tanpa kasih sayang...


Karangasem, Dewata News. Com - Kondisi 3 bersaudara asal Desa Ban, Karangasem yang hidup dalam suasana memprihatinkan tanpa kasih sayang kedua orang tuanya yang ramai dibicarakan di media cetak dan sosial tak luput dari perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Tim  Humas Pemprov pun secara khusus menyambangi rumah ketiga bocah malang tersebut yang letaknya terpencil di Dusun Darmaji, Desa Ban, Kecamatan Kubu-Karangasem, pada Senin (05/09).

Pada saat  ditemui  salah satu bocah tersebut, I Ketut Sana (12) sedang sendirian digubuknya yang kecil dan terletak di hamparan luasnya kaki Gunung Agung. Ia menuturkan bahwa ayah mereka , I Nyoman Kokak, telah meninggal sejak dirinya masih berumur 7 tahun, sedangkan ibunya Ni Wayan Sriyani memilih untuk menikah lagi, dan meninggalkan  mereka bertiga di rumah tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa, selama ini kebutuhan sehari-hari diperoleh dari kakak tertuanya yang bernama I Nengah Santa (16) yang merantau ke Negara untuk bekerja memetik cengkeh, disamping itu mereka juga mengandalkan bantuan dari beras miskin yang di peroleh setiap bulannya. “Namun sekarang kakak saya Nengah Santa sudah tidak bekerja di Negara, jadi kami hanya mengandalkan dari bekerja serabutan membantu tetangga sekitar, baik memetik kelapa maupun mencari rumput”, ujarnya lirih.

Lebih lanjut, Sana yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 SD juga menceritakan bahwa adiknya Wayan Sudirta (4,5) saat ini tinggal bersama kakak tirinya I Wayan Sampun karena ia dan kakanya I Nyoman Ariya (14) yang masih duduk di kelas 2 SMP tidak bisa selalu menjaga adiknya dirumah. 

“Jadi kami berdua meminta bantuan kakak tiri untuk menjaga adik saya Wayan Sudirta,” ucapnya.  Dengan kondisi tersebut, Ia mengakui banyak orang yang menawarkan untuk mereka tinggal di panti asuhan, namun karena keinginan ketiganya begitu bulat untuk mandiri dan menjaga rumah peninggalan satu-satunya dari ayah mereka, maka Ariya, sana dan Sudirta tidak bersedia untuk tinggal di panti asuhan.

Tim Biro Humas yang dipimpin oleh Kepala Bagian Publikasi Made Ady Mastika menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai dari Gubernur Bali, serta donasi dari Staf Biro Humas berupa uang tunai ,  pakaian bekas yangmasih layak pakai dan alat-alat tulis.

Babinsa Desa setempat I Negah Budiartana yang memndampingi Tim ke   lokasi juga menambahkan bahwa sejumlah bantuan telah banyak diberikan ketiga bocah ini diantaranya dari Kementrian Sosial RI yang berjanji akan memberikan bantuan rehab rumah, dapur, kamar mandi, serta pengaliran listrik dimana  saat ini masih diproses oleh Kepala Desa dan Perbekel Desa Ban untuk pengajuan proposal. Ia berharap, dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi, kehidupan Ketut Sana dan saudaranya dapat menjadi lebih baik dan mereka bisa melanjutkan sekolah dengan tenang. (DN - EkA)

Berita Terkait

Breaking News 8280340480665592042

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item