Transaksi di Bulfest IV Mencapai Rp1 Miliar Lebih

Buleleng,  Dewata News.com  —  Usai sudah pagelaran Buleleng Festival (Bulfest) IV-2016 yang mengusung tema  Masterpieces of Buleleng ....


Buleleng, Dewata News.com — Usai sudah pagelaran Buleleng Festival (Bulfest) IV-2016 yang mengusung tema Masterpieces of Buleleng. Acara yang berlangsung selama lima hari mulai tanggal 2 sampai 6 Agustus 2016 ini resmi ditutup oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Sabtu (06/08) malam.
Penutupan Bulfest ini ditandai dengan pemukulan tawe-tawe oleh Bupati Suradnyana didampingi Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, dan Ketua Panitia Nyoman Sutrisna dilanjutkan dengan penampilan berbagai kesenian, salah satunya Legong Pengeleb dengan 20 penari dari Sanggar Seni Manik Uttara, yang dipentaskan di panggung utama.
Berbagai kesenian mulai dari tradisional hingga modern berhasil menghibur masyarakat Buleleng selama pagelaran Bulfest berlangsung. Berbagai lomba juga diselenggarakan untuk memeriahkan Bulfest ini. Bukan hanya itu, event tahunan ini mampu bangkitkan ekonomi masyarakat terutama usaha kecil menengah (UKM). Tercatat transaksi belanja mencapai angka Rp1 miliar lebih selama lima hari.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng selaku Ketua panitia penyelenggara, Nyoman Sutrisna, mengungkapkan, rata-rata jumlah transaksi keuangan tiap harinya tercatat kurang lebih Rp250 juta. Sehingga jika diakumulasi selama pelaksanaan Bulfest mencapai Rp1.2 miliar lebih.
Jumlah transaksi itu berasal dari stand  kuliner sekitar Rp110 juta lebih, stand SKPD dan instansi swasta lainnya sekitar Rp1,3 juta lebih, stand pameran sebesar Rp39 juta lebih, dan stand distro hampir Rp100 juta.

“Kalau dibanding tahun lalu, jumlah transaksi pada pelaksanaan Bulfest kali ini meningkat 12 persen. Jumlah stand pemeran juga meningkat dibanding tahun lalu,” kata Sutrisna.
Dijelaskan pula dari hasil evaluasi selama pelaksanaan Bulfest, minat penonton terhadap pertunjukan sangat beragam.
Dicontohkan, di panggung utama, (zona A-depan Tunggu Singa), karaketer penonton lebih banyak anak muda, karena penyajian kesenian yang diprioritaskan adalah kesenian modern atau kesenian pengembangan.
Sedangkan dipanggung lainnya yang masuk zona B di Gedung Sasana Budaya dan zona C di Puri Kanginan, karakter penontor lebih dominan yang suka dengan pertunjukkan kesenian tradisionil.

“Jadi pemilihan zona itu memberi kesan tersendiri, sehingga penyebaran penonton tidak hanya terpusat di panggung utama, jadi menyebar sesuai dengan kesenian yang ditampilkan,” jelas Sutrisna.
Sementara itu, Bupati Suradnyana memperkirakan jumlah transaksi keuangan melebihi apa yang dicatat Disbpa. Bupati PAS yakin, jumlah transaksi yang ada tidak sepenuhnya disampaikan oleh para pedagang.
“Saya nyakin jumlah traksaksi itu lebih besar, karena pasti ada yang tidak menyampaikan sepenuhnya transaksi yang ada. Karena jam 9 malam saya lihat sudah habis barang daganganna terutama di stand kuliner,” ujarnya.
Bupati PAS juga membuka ruang saran dan kritik selama berlangsungnya BulfestIV-2016, untuk dijadikan acuan dan evaluasi pelaksanaan Bulfest ditahun mendatang. Pihaknya yakin dengan pelaksanaan Bulfest, dapat membangkitkan perekonomian, dan lebih penting mempromosikan Buleleng pada masyarakat luas lebih banyak. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1198591535565992979

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item