Sepintas Lihat Makam Sosok Legendaris Pangeran Diponegoro

Kota Makassar  Kota tidak hanya identik dengan pahlawan nasionalnya Sultan Hasanuddin. Namun, di Kota Angin Mammiri ini juga telah gugu...


Kota Makassar Kota tidak hanya identik dengan pahlawan nasionalnya Sultan Hasanuddin. Namun, di Kota Angin Mammiri ini juga telah gugur Pangeran Diponegoro, yang wafat di Makassar, 8 Januari 1855 silam.
 
Serangkaian kegiatan Press Tour ”Wartawan Buleleng” dalam perjalanan pulang dari Kota Makassar menuju Bandara Internasional Hasanudin, Rabu (24/08) sore sepintas melihat dari sisi luar Makam Diponegoro, yang lokasinya dekat dengan pusat perbelanjaan Pasar Sentral Makassar.
 
Sosok Pangeran Diponegoro begitu penuh kisah kepahlawanan. Beliau dikenang di setiap buku sejarah. Tak hanya bagi orang Indonesia, orang Belanda pun menganggap Pangeran Diponegoro sebagai sosok legendaris.
 
Beliau adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Beliau adalah seorang pahlawan yang telah berkorban dalam perang Jawa.
 
Jasad beliau dimakamkan di kota Makassar. Makam Pangeran Diponegoro terletak di dalam Kota Makassar, tepatnya di Jalan Diponegoro, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo. Sekitar empat kilometer sebelah utara pusat Kota Makassar.
 
Nama Pangeran Diponegoro diabadikan menjadi nama jalan di depan makam sejak tahun 1970-an, yang sebelumnya bernama Jalan Maccini Ayo, di daerah Kampung Melayu, Makassar.

Kompleks makam Pangeran Diponegoro merupakan bangunan sederhana. Makam tersebut terdiri dari pintu gerbang, pendopo, dan 66 bangunan makam. Diklasifikasi menjadi dua makam ukuran besar, 25 makam ukuran sedang, dan 39 makam ukuran kecil.
 
Makam-makam tersebut adalah makam Diponegoro dan istrinya, 6 orang anaknya, 30 orang cucu, 19 orang cicit, dan 9 orang pengikutnya. Makan yang paling besar pada kompleks tersebut ialah makam pangeran Diponegoro. Makam tersebut menggunakan bahan batu bata, semen dan batu hongkong. Makam tersebut memiliki atap dengan tiang kayu. Di sekitar makam tersebut  terlihat agak sejuk dengan tumbuhnya beberapa pohon.
 
Sebelum tahun 1970, kondisi kompleks makam pahlawan nasional ini tidak sebaik sekarang. Pada tahun 1969, Kodam IV Diponegoro (Jawa Tengah) memberikan bantuan materi untuk rehabilitasi kompleks tersebut. Masyarakat setempat juga kerap memberikan bantuan. Tahun 2007 lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan bantuan untuk merenovasi kembali.
 
Untuk menuju ke lokasi makam Pangeran Diponegoro, para pengunjung bisa mengaksesnya dengan menggunakan jalur Angkutan Kota Pete-pete jurusan Pasar Sentral. Dari Bandara Sultan Hasanuddin jaraknya sekitar 17 kilometer jika ditempuh lewat jalan tol atau sekitar 24 kilometer jika ditempuh lewat jalur Sudiang-Daya-Tamalanrea.
 
Selain itu, pengunjung juga bisa menggunakan taksi atau fasilitas angkutan yang disediakan hotel. Untuk masuk situs ini, pengunjung tidak dikenai biaya. Hanya tersedia sebuah kotak amal yang bisa diisi dengan jumlah sukarela.

Kompleks makam Pangeran Diponegoro ini dibangun pada lahan seluas 25 meter persegi tampak sederhana dan terhimpit di antara kawasan padat permukiman. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Breaking News 4950457877941476840

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item