Pemprov Ajak Nelayan Manfaatkan Program Asuransi Gratis

Denpasar, Dewata News. Com -  Pemprov Bali  mengajak  kalangan nelayan untuk memanfaatkan asuransi gatis luncuran pemerintah pusat.  T...



Denpasar, Dewata News. Com - Pemprov Bali mengajak kalangan nelayan untuk memanfaatkan asuransi gatis luncuran pemerintah pusat. Tanpa dibebani pembayaran premi, para nelayan akan memetik banyak manfaat jika sudah tercover program asuransi ini. Informasi tersebutdiungkapkan Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Agung Sanjaya pada pelaksanaan Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon Denpasar, Minggu (28/8). 

Lebih jauh, Agung Sanjaya mengatakan bahwaprogram asuransi khusus bagi para nelayan ini mulai dilaksanakan di tahun 2016. Dalam program ini, ujar dia, para nelayan tak perlu keluar uang karena premi sepenuhnya ditanggung pemerintah. Menurutnya, program ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap keberadaan para nelayan. 

"Yang kita tahu, mereka memiliki resiko yang cukup besar saat melaut. Selain itu sebagian nelayan juga masih hidup dalamkesulitan ekonomi," bebernya. 

Di tahun 2016 ini, imbuhdia, pemerintah pusat menargetkan pemberian asuransi bagi 1 juta nelayan dengan alokasi anggaran mencapai Rp. 175 milyar. Terkait dengan program tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para nelayan di pesisir Bali. Agar dapat memperolehpertanggungan asuransi, dia mengingatkan paranelayan segera mengurus kartu nelayan. 

"Karena kartu itu nantinya menjadi salah satu prasyarat untuk memperoleh asuransi," imbuhnya. 

Hingga saat ini, dari 39 ribu nelayan yang tersebar di kawasan pesisir Bali, baru sebanyak 16 ribu orang yang mengantongi kartu nelayan. Dan dari jumlah 16 ribu itu, Pemprov Bali baru bisa mengusulkan 13.700 nelayan untuk memperoleh premi asuransi. 

"Sebab ada syarat kalau usia nelayan harus di bawah 65 tahun," ujar Agung seraya meminta SKPD terkait di Kabupaten/Kota memfasilitasi para nelayan untuk mengurus kartu nelayan. Dalam kesempatan itu Agung Sanjaya juga mengurai sejumlah manfaat yang dapat dipetik dari program asuransi ini. 

"Manakala nelayan mengalami kecelakaan kerja hingga mengakibatkan cacat fisik, mereka berhak atas klaim sebesar Rp.100 juta. Jika sampai meninggal, ahli warisnya akan memperoleh klaim sebesar Rp. 200 juta," bebernya. 

Tak hanya itu,jika jatuh sakit nelayan juga berhak memperoleh biaya pengobatan sebesar Rp. 20 juta. Saat ini, imbuh Agung Sanjaya, pogram asuransi nelayan itu telah masuk proses tender yang melibatkan sejumlah parusahan asuransi. 

PB3AS juga dimanfaatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mensosialisasikan tugas dan fungsi lembaga ini. Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional Bali dan Nusa Tenggara Nasirwan Ilyas dalam orasinya menyampaikan bahwa lembaganya bertugas melindungi masyarakat dari masalah yang berkaitan dengan jasa keuangan. Jasa keuangan itu, ucap dia,meliputi bank, asuransi hingga koperasi. 

Ilyas mengingatkan, belakangan ini modus kejahatan dalam jasa keuangan (financial cyber crime) makin beragam. Kondisi ini antara lain dipicu pemanfaatan IT dalam proses transaksi keuangan. Pelaku kejahatan banyak memanfaatkan fasilitas perbankansecara online seperti internet banking, SMS banking dan layanan elektronik serupa lainnya. Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati saat melakukan transaksi secara online. Selain modus kejahatan keuangan dalam dunia online, dia juga menyinggung keberadaan lembaga keuangan abal-abal. 

"Masyarakat jangan mudah tergoda dengan iming-iming suku bunga tinggi dan tak masuk akal. Karena sudah pasti itu modus penipuan," ujarnya. 

Keberadaan lembaga keuangan abal-abal ini menjadisalah satu fokus pengawasan OJK. 

"Kami telah membentuk Satgas Waspada Investasi dengan melibatkan Polda Bali dan Kejaksaan untuk mencegah mobilisasi dana ilegal," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, Ilyas juga mengapresiasi langkah Pemprov Bali menggelar PB3AS. "Ini merupakan contoh yang baik dalam perkembangan demokrasi," tandasnya.
I Wayan Suata dari Legian yang tampil berikutnya menyampaikan apresiasi atas ketegasan Dinas Perhubungan Provinsi Bali dalam menertibkan kendaraan plat luar Bali. Dia berharap tindakan ini dilaksanakan secara berkesinambungan. 

Sementara Nyoman Wisnaya dari Panjer bicara tentang semangat hari kemerdekaan dan manfaat PB3AS. 

"Daripada demo hingga membakar ban di jalan, lebih baik bicara di mimbar ini," ujarnya. 

Sedangkan Edy dari Denpasar menyoroti manajemen pengelolaan sampah. Menurutnya sampah dapat memberi manfaat ekonomis jika dikelola dengan baik. PB3AS kali ini juga dimeriahkan penampilan grup musik keroncong yang dikomandoi Pak Ogah Taman Pancing. (DN - HuM)

Berita Terkait

Breaking News 4745134406794565792

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item