Kabar Nasional : Melawan Saat Ditangkap, Dua Begal Sepeda Motor Ditembak Mati

Jakarta, Dewata News. Com - Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menembak mati dua begal sepeda motor sadis yang kerap b...


Jakarta, Dewata News. Com - Petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menembak mati dua begal sepeda motor sadis yang kerap beraksi di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Dua pelaku yakni, AS, 33 tahun dan ES, 30 tahun tewas ditembak karena melawan dengan menembak ke arah polisi saat akan ditangkap.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto mengatakan, tindakan tegas ini bermula ketika petugas hendak menangkap AS, EK, JO dan penadah motor curian Ook di Jalan Cililitan Kecil, Kramatjati, Jakarta Timur. Kedatangan petugas yang menggangu proses transaksi motor curian tersebut nmembuat AS dan EK geram.

"AS dan EK melepaskan tembakan ke arah petugas. Kami pun terpaksa melakukan tindakan tegas. Kedua pelaku tewas di tempat," kata AKBP Budi Hermanto, Kamis (25/8).

Menurut AKBP Budi, AS dan EK selama ini merupakan begal sepeda motor sadis yang tak segan menembak korbannya saat beraksi. Komplotan tersebut selama ini melancarkan aksinya di wilayah Jakarta, Bekasi dan Tangerang . Kelompok ini memiliki jaringan dengan penadah asal Sukabumi yang siap menerima sepeda motor hasil curian mereka.

"Penadahnya bernama Ook. Dia berhasil meloloskan diri saat kami sergap," ujarnya.

Kanit Opsnal Unit V Subdit Resmob di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen menerangkan, penangkapkan terhadap para pelaku ini bermula dari informasi bahwa di Jalan Cililitan Kecil sering dijadikan tempat transaksi sepeda motor hasil curian oleh komplotan begal.

Setelah 10 hari melakukan pengintaian, pada Kamis (28/8) sekira pukul 12.30 WIB, tim melihat empat orang yang dicurigai datang ke lokasi. Saat itu, mereka hendak bertransaksi satu unit motor yang diduga hasil kejahatan. Petugas langsung melakukan upaya penyergapan kepada keempat orang tersebut dengan memberi peringatan agar diam di tempat serta menjelaskan bahwa petugas adalah aparat kepolisian yang sedang bertugas dan akan melalukan penangkapan kepada keempat orang tersebut.

Akan tetapi, peringatan tersebut tidak diindahkan oleh keempat pelaku. Dua pelaku, AS dan EK malah melawan sambil menembaki polisi yang hendak menyergapnya.

"Karena ada perlawanan dari pelaku dan membahayakan nyawa petugas, sehingga petugas segera melakukan tindakan tegas berupa penembakan ke arah dua pelaku tersebut yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia di tempat," terang Kompol Handik.

Dua pelaku ambruk setelah timah panas polisi mengenai dada keduanya. Sementara tersangka JO ditangkap, sedangkan Ook lolos dari kejaran polisi. (DN - HuM)

Berita Terkait

Kabar Nasional 879558141326922102

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item