BEC ”Metamorfosis Endek Denbukit” Dikompetisikan

Buleleng,  Dewata News.com  —  Buleleng Endek Carnafal (BEC) III,  05 Agustus yang dirangkaikan dengan Pawai Pembangunan pada gelaran B...


Buleleng, Dewata News.com — Buleleng Endek Carnafal (BEC) III,  05 Agustus yang dirangkaikan dengan Pawai Pembangunan pada gelaran Buleleng Festival IV-2016  mengusung tema ”Metamorforsis Endek Buleleng”.
 
Kenapa? Ketua panitia pelaksana BEC III-2016, Gede Dharmaja mengatakan, penyelenggaraan BEC setahun sekali ini diikuti 34 peserta dengan personil mencapai 800 orang menjadi populer dan menjadi salah satu daya tarik wisata di Buleleng, seluruh peserta fashion carnaval dikompetisikan demi meraih penghargaan sebagai kreasi busana terbaik.

”Para peserta carnaval membuat busana sesuai potensi tema yang ditetapkan, dan kali ini dikemas berbeda dengan memngikutsertakan seluruh peserta fashion carnaval untuk dikompetisikan demi meraih penghargaan sebagai kreasi budaya terbaik dan berhak atas uang pembinaan serta piagam penghargaan,” kata Gede Dharmaja pada jumla pers gelaran BEC III ini di Singaraja, Kamis (04/08) siang.
 
Dharmaja yang juga Ketua Bappeda Buleleng ini menyimak tema ”Metamorfosis Endek Denbukit” suatu fase perkembangan Endek dari masa ke masa dilihat dari sisi tempo dulu, situasi kekinian dan kedepannya seperti apa yang dikemas dalam balutan endek sebagai ikonnya.

Pelaksanaan BEC pada hari Jumat (05/08) mulai pukul 14.00 di jalan protocol ~ Ngurah Rai, Singaraja ini, menurut Dharmaja, sebagai suatu peristiwaekskelusif yang dapat menjadi hiburan bagi masyarakat secara menyeluruh dari berbagai lapisan.
 
Dari dua kali gelaran BEC ini, diakui Dharmaja, berpengaruh dengan meningkatnya permintaan pada pengerajin endek di Buleleng yang dibuktikan dengan bertambahnya produksi. Hal ini sejalan dengan misi pelaksanaan BEC meningkatkan perekonomian untuk mewujudkan potensi pengerajin Buleeng yang berdaya saing, merata, berkualitas, berbudaya dan bermora serta pelestarian budaya lokal.
 
“Dengan misi yang diemban BEC, kami mengedepankan potensi pengerajin Buleleng tanpa mengundang pengerajin di luar daerah,” imbuhnya.
 
Disinggung seluruh peserta fashion carnaval dikompetisikan, diharapkan Dharmaja, lahir SDM yang percaya diri melalui penggalian potensoi dari peserta dengan member kesempatan untuk pengembangan kreatifitas. 

”Melalui kompetisi akan terlahir ide-ide batu merancang busana carnaval, aksesoris dan lain-lain. Disisi lain, bagi penonton juga menambah wawasan tentang budaya daerah yang beraneka ragam,” kata Dharmaja.

Dari segi perkembangan perekonomian, dijelaskan Dharmaja, BEC memungkinkan untuk menjadi potensi wisata unggulan yang dapat menggerakkan potensi wisata lainnya. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1451128750104818403

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item