Selama PAM Lebaran, JR Singaraja Bayar Santunan 5 Orang Meninggal

Buleleng,  Dewata News.com  — Kesibukan karyawan di bagian pelayanan PT Jasa Raharja (Perserto) Perwakilan Singaraja, Senen (11/07) hin...


Buleleng, Dewata News.com — Kesibukan karyawan di bagian pelayanan PT Jasa Raharja (Perserto) Perwakilan Singaraja, Senen (11/07) hingga sore tampak meningkat tajam, setelah ikut menikmati cuti bersama serangkaian Hari Raya Idul Fitri 1437 H.
 
Kenapa? Karena adanya perintah Direksi Jasa Raharja agar pembayaran dana santunan terhadap ahli waris korban meninggal dunia akibat laka lantas harus tnntas hari Senen ini Hal ini diakui Kepala Jasa Raharja Perwakilan Singaraja Thamrin Silalahi disela-sela kesibukan karyawan menyiapkan administrasi, terkait pembayaran dana santunan terhadap ahli waris korban, baik yang ada di Karangasem, Buleleng maupun Jembrana.

”Bahkan, seorang ahli waris korban meninggal dunia yang di Jembrana tinggal di Banyuwangi, sehingga melalui petugas JR di Jembrana sudah diperintahkan transfer administrasi pembayaran melalui JR Banyuwangi,” kata Thamrin Silalahi yang mengaku krodit akibat sarana TI yang kurang bersahabat.
 
Kendati Operasi Ramadniya  sebagai Pengamanan (PAM) Lebaran baru berakhir, tanggal 12 Juli 2016 setelah digelar Polres Buleleng, sejak tanggal 30 Juni 2016, namun setidaknya 5 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah kerja operasional PT Jasa Raharja (Persero) Perwakilan Singaraja.
 
Kendati ada cuti bersama tapi, Thamrin Silalahi mengaku tidak ikut menikmatinya karena ikut mendukung pelaksanaan Operasi Ramadniya bersama-sama instansi terkair lainnya, kecuali karyawan yang beragama muslim dan kantor tutup.
 
Didampingi Kepala Jasa Raharja Putra Perwakilan Singaraja, Ida Bagus Sudirga Manuaba, Thmarin Silalahi merinci 5 orang korban meningggal dunia akibat laka lantas itu, 3 orang di antaranya di Buleleng dan masing-masing seorang di Karangasem dan Jembrana. ”Khusus untuk korban meninggal dunia di Karangasem, pembayaran dana santunan sudah dilakukan kepada ahli waris korban,” imbuhnya.
 
Tabrak Rambu Upacara Adat Meninggal di TKP

Dari 3 orang meninggal dunia akibat laka lantas di Buleleng, yang teranyarterjadi, Minggu (10/07) malam sekitar pukul  20.30 Wita di Jalan Singaraja-Gitgit, wilayah Lingkungan Ambengan, Sukasada mengakibatkan pengendara motor meninggal dunia di TKP karena kepala mengalami benturan keras.
 
Disebut-sebut korban meninggal dunia di TKP ini, seorang mahasiswa dari perguruan tinggi swasta di Singaraja, asal Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, yakni Komang Pariana (25) yang malam itu mengendarai sepeda motor DK-8412-VT.
 
Peristiwa laka lantas ini berawal ketika korban datang dari arah Utara kea rah selatan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha dengan kecepatan tinggi menabrak rambu upacara adat yang terpasarng di pinggir jalan sebelah kanan jalan di Lingkungan Ambengan, Sukasada.
 
Akibatnya, korban terseret ke kalan jalan dan selanjutnya menabrak sepeda motor DK-5450-UD yang dikendarai Ahmad Idrus (49) warga Desa Pegayaman, Sukasada. Dari laka lantas ini, selain Komang Pariana meninggal dunia di TKP, juga Ahmad Idrus mengalami luka-luka.
 
Terhadap korban luka-luka yang mendapat perawatan di Rumah Sakit, dijelaskan Kepala JR Singaraja, Thamrin Silalahi, sepanjang dilaporkan pihak kepolisian maka pembayaran pengobatan dijamin pihak rumah sakit melalui Jasa Raharja, hingga kisaran Rp10 juta. Sementara untuk korban meninggal dunia mendapat dana santunan Rp25 juta. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 3671865833588214673

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item