Ribuan Naker di Sektor Pariwisata Belum Kantongi Sertifikasi Profesi

B uleleng,  Dewata News.com  —   Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Buleleng Dra. Ni Made Dwi Priyant...


Buleleng, Dewata News.com — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Buleleng Dra. Ni Made Dwi Priyanti Putri  Koriawan mengakui ,ribuan tenaga kerja (naker) sektor pariwisata di Kabupaten Buleleng belum mengantongi sertifikat profesi.
 
”Artinya mereka itu perlu dilakukan sertifikasi profesi. Dengan kondisi itu, merupakan kewajiban pemkab Buleleng untuk memfasilitasi kebutuhan mereka akan sertifikat profesi tersebut. Apalagi era perdagangan MEA saat ini menuntut setiap pekerja untuk ahli dan mahir di bidang masing-masing,” kata Dwi Priyanti di Singaraja, Sabtu (30/07).
 
Menindaklanjuti kewajiban pemerintah kabupaten dimaksud, jelas Dwi Priyanti, pihaknya bekerja sama dengan Badan Nasiona Sertifikasi Profesi ~ Lembaga Sertifikasi Profesi (BNSP – LSP) telah menyelenggarakan rapat koordinasi di Gedung Mr. I Gusti Ketut Puja di kawasan eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (29/07).

Kadisnakertrans Buleleng ini mengungkapkan, dari sekitar 10.000 pekerja pariwisata di Buleleng hampir 75 persen di antaranya belum mengantongi sertifikat profesi. Sedangkan jatah yang diberikan oleh BNSP –LSP sebanyak 8.000 orang tenaga kerja.
 
“Jadi ada sisa itu mungkin kami lanjutkan nantinya sesuai yang di berikan dengan kuota BNSP melalui LSP, tentunya yang bergerak di perhotelan yang mengkhusus, salah satunya seperti bartender, Laundry  dan lain sebagainya. Jadi ada masih  kurang lebih  75% belum tersertifikasi,” ungkapnya.
 
Dwi Priyanti menambahkan, sesungguhnya seluruh bidang usaha membutuhkan sertifikasi profesi. Namun kebutuhan itu akan difasilitasi secara bertahap oleh Disnakertrans Buleleng. ”Mengingat Bali sebagai daerah pariwisata dan bidang pariwisata Bali paling siap untuk menggelar sertifikasi profesi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, sertifikasi profesi ini sangat penting bagi para pekerja pariwisata dalam merebut pasar kerja. Sebab saat ini tidak sedikit pekerja asing yang ikut bersaing sebagai pekerja pariwisata di Bali pada umumnya dan di Buleleng pada khususnya.
 
Dewa Suardipa mengakui, masih banyak pekerja pariwisata di Buleleng belum mengantongi sertifikat profesi. Kendati demikian, jalinan kerjasama dengan lembaga sertifikasi profesi telah dijalin, di antaranya dengan LSP Pariwisata Bali Indonesia, Parindo, Lembaga Sertifikasi  Profesi  Bali dan Lembaga Sertifikasi  Pariwisata Bali Internasional Buleleng. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 2446277569081389216

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item