Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari di Buleleng - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

7/25/16

Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari di Buleleng


Buleleng, Dewata News.com — Reformasi Koperasi Mewujudkan Ekonomi Berdikari sebagai tema sentral Hari Koperasi ke-69 Tahun 2016 oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana diharapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi era perdagangan bebas Masyarkat Ekonomi Asia (MEA).
 
Ketika menghadiri puncak peringatan embaga perekonomian rakyat di Buleleng, Senen (25/07), Bupati PAS menyarankan koperasi di Buleleng harus menguatkan struktur manajemen.

”Sekarang simpan pinjam yang masih dominan, jadi saran saya pengurus harus dikuatkan sihingga ada transparansi dalam pengelolaan koperasi," tegasnya.

Bupati PAS mengatakan, pemerintah terus mendorong Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengeluarkan Keredit Usaha Rakyat 9 persen. "Dengan bunga pinjaman koperasi yang masih tinggi, pemerintah terus berusaha mendorong Kementerian untuk mengeluarkan KUR 9 persen agar koperasi tidak terkesan hanya dimanfaatkan oleh orang yangkepepet karena bunganya masih 2 persen," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin) Ida Bagus Made Geriastika mengatakan, jumlah koperasi di Buleleng sampai tahun 2015 mencapai 388 Koperasi.
 
"Namun jumlah itu sudah berkurang karena ada 91 koperasi yang dicabut ijinnya sebagai akibat bermasalah, sehingga sekarang masih tersisa 297 koperasi," jelasnya.

Ia mengaku, sebelum mencabut ijin, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada koperasi yang bermasalah.
 
"Kami sudah melakukan pembinaan, tapi mereka belum juga bisa menyelesaikan masalahnya, jadi terpaksa kami cabut ijinnya. Sementara koperasi lainnya masih tergolong sehat ," tegasnya.
(DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com