Gubernur Pastika Bantu Keluarga Terisolir di Desa Sudaji

Buleleng, Dewata News. Com -  Kehidupan memprihatinkan   keluarga Ketut Simpen Ada (33) dan Ni Putu Mariani (30), beserta dua buah hati...


Buleleng, Dewata News. Com - Kehidupan memprihatinkan   keluarga Ketut Simpen Ada (33) dan Ni Putu Mariani (30), beserta dua buah hatinya Gede Darmanta (6) dan Kadek Agus Arianta (1) yang terisolir di daerah perbukitan mengundang keprihatinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang selanjutnya mengutus Tim Biro Humas Setda Provinsi Bali untuk menyambangi kediamannya di daerah Dusun KajaKauh, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Singaraja, Selasa (26/7). 

Keluarga Simpen yang hidup dibawah garis kemiskinan harus tinggal  di sebuah gubuk tak layak huni, berlantai tanah, berdinding papan kayu, beratapkan seng bekas dan terpal.  Keluarga miskin ini hidup terisolir di atas tanah yang merupakan milik tetangga yang mempekerjakannya sebagai penyakap. 

Tim saat menyambangi lokasi hanya bertemu dengan istri Simpen, Ni Putu Mariani, sedangkan Simpen sendiri sedang pergi bekerja. Menurut Mariani, Suaminya  bekerja sebagai tukang petik cengkeh saat musim panen di tanah yang ditempati, dengan upah 30 ribu per-hari, dan selanjutnya bekerja serabutan saat panen usai. Ukuran upah yang sangat minim memang jika untuk menghidupi 4 orang, dan keadaan itu pun diperparah manakala anak pertamanya Gede Darmanta mengidap kelainan saraf sejak lahir. 

Sakit yang diderita yang menyebabkan Darmanta belum bisa berjalan, membuatnya harus dipangku setiap saat. Keadaan itu pun memaksa Mariani hanya diam dirumah untuk mengasuh dan menjaga anaknya, sehingga tidak bisa membantu suami mencari penghidupan. Ia pun mengaku sudah mengajak anaknya berobat medis dan non medis, namun hingga saat ini belum tampak ada perubahan, Ia mengaku hanya bisa pasrah. 

"Tiang punya tanah bagian dari warisan orang tua tapi itu hanya cukup untuk rumah saja, sementara tiang belum punya uang untuk membangun makanya lebih baik nyakap agar tiang dapat  rejeki. Anak tiang juga sakit, gimana tiang bisa bangun rumah. Upah suami tiang hanya cukup untuk makan," ujar  Mariani. Tak banyak yang diharapkannya, Ia hanya ingin pemerintah bisa memberikannya bantuan bedah rumah.

Kepala Dusun Kaje Kauh, I Nyoman Kerta Masyada menyatakan keluarga Simpen merupakan salah satu kk miskin diantara 91 kk miskin didusun itu. Dusun dengan jumlah kk sekitar 360 kk itu, memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi karena sebagian penduduknya merupakan penggarap lahan. Ia pun menjelaskan keluarga Simpen setiap bulannya rutin mendapat jatah raskin, sudah memiliki kartu JKBM, bahkan sudah diajukan sebagai calon penerima bantuan bedah rumah tahun ini. Ia pun berharap keluarga Simpen bisa segera dibantu mendapatkan bantuan bedah rumah.

Tim pada kesempatan itu menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai dan beras guna meringankan beban kehidupan keluarga Simpen untuk beberapa hari kedepan. Sedangkan untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan SKPD terkait. Gerakan responsif Pemprov Bali ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat mampu terhadap sesama yang membutuhkan. (DN - HuM)

Berita Terkait

Breaking News 7869003646852845271

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item