Buleleng Budidaya Tembakau Rajangan Hitam

Buleleng,  Dewata News.com   — Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Buleleng, Ir. Ketut Nerda mengatakan, pihakn...


Buleleng, Dewata News.com — Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Buleleng, Ir. Ketut Nerda mengatakan, pihaknya mulai, Juli 2016 ini membudidayakan  tembakau rajangan hitam di atas lahan seluas 25 hektar.
”Jenis tembakau rajangan hitam ini mulai dibudidayakan tahun 2016, karena dari segi budidaya lebih mudah daripada tembakau virginia. Rencana pemasarannya akan bekerjasama dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Propinsi Jawa Barat. Kami bekerjasama dengan asosiasi ini, karena mereka sudah menjalin kerjasama dengan Perusahaan Pabrik Rokok yang menggunakan bahan baku tembakau rajangan hitam," ungkapnya di Singaraja, beberapa waktu lalu.

Kadishutbun Nerda mengungkapkan, penanaman tembakau virginia dan virginia rajangan tahun ini sudah dimulai pada bulan Mei dan berakhir pada bulan Juni, sedangkan penanaman tembakau rajangan hitam baru akan dimulai pada bulan Juli. "Ada perbedaan dari dua jenis tembakau ini," katanya.
Sementara itu, untuk rencana penanaman tembakau tahun 2016 akan menggunakan lahan seluas 525 hektar dengan rincian tembakau virginia krosok seluas 400 hektar, tembakau virginia rajangan seluas 100 hektar dan tembakau rajangan hitam seluas 25 hektar.
"Ya kami akan gunakan lahan seluas 525 hektar untuk penanaman tembakau tahun ini," jelas Nerda.
Dengan lokasi penanaman tembakau rajanan hitam di Kabupaten Buleleng, ada di Kecamatan Buleleng (antara lain Desa Baktiseraga, Pemaron, Anturan, Tukadmungga), Kecamatan Sukasada (Desa Panji, Panji Anom, Tegalinggah), Kecamatan Sawan ( Desa Bebetin, Bontihing), Kecamatan Seririt ( Desa Patemon), dan Kecamatan Gerokgak (Desa Patas)
Nerda juga memaparkan luas lahan tahun ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 penanaman tembakau dilaksanakan di lahan seluas 343,5 hektar.  Produksi pada tahun 2014 sebesar 626,16 ton dengan produktivitas 1.823 kg/hektar. Sedangkan tahun 2015 lahan yang ditanami seluas 493,75 hektar dengan rincian Virginia Krosok seluas 394 hektar, Virginia Rajangan seluas 60 hektar serta Tembakau White Burley seluas 49,75 hektar.
Mengenai produksi tahun 2015, Virginia Krosok menghasilkan 731,724 ton dengan produktivitas sebesar 1.857,17 kg/hektar. Virginia rajangan menghasilkan 96 ton dengan produktivitas 1.920 kg/hektar. Untuk white burley menghasilkan 33 ton dengan produktivitas 663,32 kg/hektar.
 Pada tahun ini luas areal tanam meningkat. Jenis yang dibudidayakan juga bertambah dengan hadirnya tembakau rajangan hitam. Semoga produksi tahun ini meningkat," pungkas Nerda. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 189697464832464657

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item