Bawa Pesan Lingkungan, Garapan Tari Nangluk Merana Tampil Memukau

Denpasar, Dewata News. Com -  Penampilan Sanggar Seni Paripurna Banjar Bona Kelod Blahbatuh Gianyar yang membawakan Seni Instalasi da...


Denpasar, Dewata News. Com - Penampilan Sanggar Seni Paripurna Banjar Bona Kelod Blahbatuh Gianyar yang membawakan Seni Instalasi dan Tari Kolosal Nangluk Merana menyedot perhatian pengunjung PKB ke-38, Rabu (6/7). 

Membaur dengan masyarakat umum, Gubernur Made Mangku Pastika yang didampingi Ny.Ayu Pastika dan sejumlah pimpinan SKPD di Lingkungan Pemprov Bali nampak antusias menyaksikan tari kolosal yang dibawakan 200 penari mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Garapan apik seniman kawakan I Wayan Sidia ini terbilang unik karena memanfaatkan areal terbuka dan alur sungai di depan Gedung Kriya Taman Budaya sebagai lokasi pertunjukan. Totalitas para penari yang terlibat di dalamnya mengundang decak kagum para penonton yang menjejali bantaran sungai. Kemunculan sejumlah penari di atas getek yang mengikuti aliran sungai kerap mendapat aplause para penonton.   

Seni Instalasi dan Tari Nanggluk Merana mengambil latar belakang Gunung Batur dan Gunung Agung. Alkisah Dewi Danu sebagai penguasa Lembah Gunung Batur senang bercocok. Dengan dayang-dayangnya, dia menanam tumbuhan hias hingga palawija. Pada bagian lain di sekitar Gunung Agung, Sang Hyang Putra Jaya senang memelihara hewan. 

Suatu ketika hewan-hewan peliharaan Putra Jaya digembalakan hingga Lembah Gunung Batur dan memakan habis tanaman Dewi Danu. Karena murka, Dewi Danu dan dayang-dayangnya membunuh semua hewan peliharaan Sang Putra Jaya. Selanjutnya, dengan kekuatannya Dewi Danu juga memohon hujan badai hingga menghanyutkan bangkai hewan itu ke laut. 

Sang Hyang Baruna sebagai penguasa laut murka karena wilayahnya dipenuhi bangkai. Alhasil, dia pun mengutuk bangkai itu menjadi binatang pengganggu seperti tikus, belalang, ulat dan hama lainnya. Di tengah kekacauan akibat serangan hama tersebut, turunlah Sang Hyang Geni Jaya yang mengingatkan agar jangan sembarangan membuang sampah ke sungai, apalagi jenis bangkai. Dia juga bersabda agar manusia menggelar upacara nangluk merana. Upacara bertujuan untuk memohon agar hama (merana,red) tak merusak lingkungan dan alam. Gubernur Pastika nampak sangat terkesan dengan garapan Sanggar Paripurna yang disuguhkan pada ajang PKB kali ini.


Sementara itu, pengarah tari sekaligus Ketua Sanggar Paripurna I Made Sidia yang ditemui di sela-sela pertunjukan menjelaskan bahwa garapannya mengangkap tema alam. “Pesan moral yang ingin kami sampaikan adalah agar kita senantiasa menjaga keharmonisan dengan alam sebagaimana konsep Tri Hita Karana,” ujarnya. Karena itu, dia sengaja menjadikan areal terbuka sebagai lokasi pertunjukan. “Kita manfaatkan semua yang ada, sungai dan pohon,” pungkasnya. (DN - HuM)

Berita Terkait

Breaking News 691624847952932987

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item