Ayu Pastika Ajak Bangun Kesadaran Tangani Sampah dengan Tindakn Nyata

Denpasar, Dewata News. Con.-  Permasalahan sampah dewasa ini menjadi momok yang sering kali meresahkan dan akan menjadi ancaman seriu...


Denpasar, Dewata News. Con.- Permasalahan sampah dewasa ini menjadi momok yang sering kali meresahkan dan akan menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan hidup, kesehatan masyarakat serta kelangsungan kepariwisataan Bali. keprihatinan ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Peduli Lingkungan Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika, disela-sela pembukaan acara Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat bertempat di UPT. Balai Pengembangan Ketrampilan Khusus Tenaga Kesehatan (BPKKTK), Biaung, Denpasar pada Senin (25/07).

Menurutnya diperlukan penanganan yang komprehensif dengan melibatkan semua komponen termasuk masyarakat agar permasalahan ini tidak berlarut larut. Dimulai dari kesadaran yang dilanjutkan dengan tindakan nyata ia yakin persoalan sampah ini akan bisa ditangani.   

“Semua orang harus terlibat dimulai dengan kesadaran dari masing masing individu. Sudah saatnya kita menjadikan sampah tidak lagi sebagai limbah namun sebagai berkah yang mendatangkan rupiah,”cetusnya. 

Pada kesempatan itu Ia juga menyambut baik kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat yang menyasar para pelaku pengelolaan sampah di 9 Kabupaten /Kota di Bali. 

“ilmu  pengolahan dan pemanfaatan sampah ini saya harapkan bisa juga diketoktularkan kepada yang lain. Kegiatan ini sangat sejalan dengan upaya Pemprov Bali yang tengah berupaya menjadikan Bali sebagai Provinsi  Hijau (Bali Green Province) dan salah satunya dijabarkan dalam program Bali Clean and Green,” ujarnya.


Guna menyukseskan program tersebut, TP PKK sebagai organisasi kewanitaan yang bertujuan memberdayakan keluarga diharapkan mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan. 

“Saya berharap seluruh anggota PKK memberi perhatian penuh dan peduli terhadap lingkungan, ini merupakan aksi nyata dalam melestarikan lingkungan dan merupakan bagian dari yadnya. Kita berkewajiban mewariskan lingkungan yang bersih dan lestari bagi anak dan cucu kita mendatang,. Terkait pengolahan sampah, Saya yakin jika sampah dipilah dengan tepat dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomis bagi kita,” pungkasnya. 

Dengan pengelolaan sampah secara benar, ia yakin upaya-upaya penanganan sampah secara terpadu yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat akan mendukung pelaksanaan program Bali Mandara, khususnya terkait dengan upaya mewujudkan Bali sebagai Green Province.

Senada dengan Ayu Pastika,  Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Gede Suarjana, menyampaikan bahwa sudah selayaknya penanganan sampah yang ada di Bali dilakukan secara terpadu dari hulu sampai hilir dengan menyiapkan rencana pengurangan dan penanganan sampah agar dapat diwujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dari sampah. 

Menurutnya, kendala tersbeut dapat disikapi dengan mengupayakan hal-hal seperti membangun kesadaran masyarakat untuk dapat mengelola sampah dari sumber, dimana rumah tangga wajib dikelola dengan prinsip reuse, reduce dan recycle (3R). Kedua, perlu diupayakan secara bertahap penyiapan sarana dan prasarana serta pengurangan sampah sehingga jumlahnya memadai dengan timbunan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Ketiga, harus dikembangkan kerjasama kemitraan dan partisipasi masyarakat di penglolaan sampah dengan menumbuhkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terpadu dan bank sampah sehingga residu sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir TPA dapat dikurangi. 

“Melalui upaya-upaya tersbeut saya yakin kedepan permasalahan sampah dapat dikurangi”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Wayan Sarjana melaporkan bahwa tujuan dari penyelenggaraan kegiatan tersbeut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan melatih ketrampilan tenaga pengelola persaampahan di amsing-masing Kab/Kota se-Bali, agar dapat melaksanakan 3R dengan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos dan menyalurkan sampah non organik ke bank sampah serta mendaur ulang menjadi barang ekonomi kreatif. Peserta pelaithan berjumlah 30 orang, yang berasal dari perwakilan pengelolaan sampah masing-masing Kab/Kota, akan mengikuti pelatihan selama tiga hari yaitu 25-27 Juli 2016. 

Para peserta akan mendapatkan pelatihan teori sebanyak 40%, studi lapangan 10% dan praktek sebanyak 50% dengan materi praktek seperti, Kebijakan penglolaan lingkungan, Pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan implementasi pengelolaan sampah metode 3R, Partisipasi Lembaga Adat sebagai model penyelamatan lingkungan dan 8 materi lainnya. 

Disamping itu, studi lapangan akan dilaksanakan kebeberapa lokasi diantaranya TPS terpadu 3R Desa Kesiman Kertalangu, Bengkel Kretaif Pangan Asri, Bank Sampah Takmung dan lainnya. Sedangkan narasumber yang akan menyampaikan materi tersbeut berasal dari kalangan pemerintah dan praktisi yang ebrgerak dalam bidang pengelolaan sampah. (DN - HuM)

Berita Terkait

Breaking News 29650129067480989

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item