Aksi Main-Main ”Dua Teroris Cilik” Ancam Ledakan Bom di Lovina

Buleleng,  Dewata News.com  — Ketenangan umat Muslim di kawasan wisata Lovina, khususnya di Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Bulelen...


Buleleng, Dewata News.com — Ketenangan umat Muslim di kawasan wisata Lovina, khususnya di Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Bali, dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 6 Juli 2016 terganggu.
Ini lantaran dua bocah cilik mengancam akan meledak kawasan itu. Ancam bom dari “dua teroris cilik” itu disampaikan melalui sepucuk surat yang ditempelkan di pagar depan rumah Hinardi (41), yang sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H.
Rumah Hinardi yang menjadi sasaran terror kedua bocak itu berada di perumahan di Dusun Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Lovina.
Sementara “dua teroris cilik” itu berinisial KA (10), dan US (10). KA adalah bocah laki-laki dan US ada bocah perempuan.
Apa isi surat ancaman bom tersebut? . ”Awas di rumahmu ada bom akan meledak tiga jam kemudian. Kalian mengerti. Berikan saya uang atau bom meledak,” demikian isi surat ancam tersebut”. Nama pembuat surat ancaman itu tidak dikenal.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Nyoman Suarnata mengatakan,  bahwa dua bocah nakal itu nekat membuat surat berisi ancaman teror bom yang ditujukan kepada Hinardi bertepatan Hari Raya Idul Fitri,  Rabu (06/07) sekitar pukul 09.00 wita.
Hinardi yang saat itu merayakan lebaran, menemukan surat ancaman yang ditempel di depan pagar rumahnya. Adanya surat ancaman semacam itu, sontak saja Hinardi panik dan kaget membaca surat ancaman teror itu, dan melaporkan kepada Polsek Kota Singaraja.
Menurut Kapolsek Suarnata, Hinardi yang saat itu keluar rumah menemukan surat itu kaget dan takut langsung memberitahu aparat desa setempat dan langsung melaporkan ke Polsek Kota Singaraja.
Usai menerima laoran, jelas Kapolsek Suarnata, polisi langsung terjun ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Hasilnya? Kata Kapolsek Suarnata, ternyata pelakunya dua bocah nakal itu.
Lantaran “terorisnya” masih bocah, polisi pun melakukan mediasi pada Jumat (08/07) di Kapolsek Singaraja dengan menghadirkan kedua “teroris” bocah itu bersama orang tua dan korban.


Mediasi yang dipimpin Kapolsek Nyoman Suarnata itu, juga menghadirkan perangkat desa setempat. Mediasi ini dilakukan, dengan tujuan agar permasalahan tidak berlanjut. Mengingat pelaku merupakan bocah di bawah umur dan dilakukan atas dasar main-main.
    Sementara kedua orang tua bocah tersebut menyesali perbuatan anaknya. Mereka pun berjanji akan mengawasi anaknya agar tidak berbuat hal demikian lagi.
”Saya malu, saya minta maaf. Saya janji, akan awasi anak saya agar tidak seperti ini lagi,” ucap salah seorang orang tua bocah tersebut.
Kapolsek Suarnata memaparkan, bahwa dari pengakuan kedua bocah itu, mereka melakukan itu hanya main-main dan tidak mengetahui dampaknya. Menurutnya, polisi akan meningkatkan pengawasan, terlebih lagi adanya kasus bom di Surakarta.
“Jujur kami plong, ini terungkap dan pelakunya anak-anak, kalau ini benaran kan bahaya apalagi ada kasus bom di Surakarta, kami sedang tingkatkan pengawasan. Saya harap, seluruh orang tua agar mengawasi anaknya agar tidak melakukan hal sama,” kata Suarnata.
Akhir dari mediasi ditandai dengan surat pernyataan dari orang tua kedua bocah itu yang berisikan kesediaan mereka mengawasi ketat kedua anaknya. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 6491749839533126326

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item