Wabup Sutjidra Gelontorkan 500 Paket Sembako

Buleleng,  Dewata News.com  — Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Buleleng sebagai wujud kepedulian terhadap warga miskin, mulai dari...


Buleleng, Dewata News.com —Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Buleleng sebagai wujud kepedulian terhadap warga miskin, mulai dari bantuan bedah rumah dan pemberian bingkisan bagi para warga yang kurang mampu. Upaya tersebut dilakukan lantaran komitmen Bupati dan Wakil Bupati Buleleng untuk mengentaskan kemiskinan di Buleleng.
 
Kali ini, pada hari Senin (27/06) Pemkab Buleleng kembali menggelontorkan bingkisan sembako kepada warga kurang mampu. Sebanyak 500 paket sembako di glontorkan untuk warga kurang mampu di dua desa di Kecamatan Seririt, yakni Desa Sulanyah dan Desa Pengastulan.
 
Wakil Bupati Nyoman Sutjidra didampingi staf Dinas Sosial Kabupaten Buleleng dan aparat di desa setempat memberikan langsung bingkisan tersebut. Masing-masing desa diberikan bingkisan sebanyak 250 paket.
 
Bingkisan tersebut, seperti dilansir Humas Buleleng, diberikan bukan hanya untuk warga kurang mampu, namun diberikan juga untuk lansia dan warga yang mengalami cacat.

Ditemui usai membanggikan bingkisan sembako, Wabup Sutjidra mengatakan, pemberian bantuan tidak hanya berhenti disini, namun dalam beberapa hari kedepan, Pemkab Buleleng akan melakukan kegiatan yang sama di desa lain.
 
Sutjidra menambahkan, untuk pengentasan kemiskinan di Buleleng, pemerintah juga memberikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga yang sakit dan juga Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi warga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan.
 
“Dalam beberapa hari kedepan kita juga akan sasar warga kurang mampu di desa lain. Ini merupakan upaya Pemkab Buleleng untuk pengentasan kemiskinan di Buleleng,” ujarnya.
 
Wabup Sutjidra tidak menampik, bahwa warga miskin yang hidup terlantar belakangan ini memang banyak ditemukan dan masih banyak yang belum tercatat dalam data penduduk miskin. Pemkab Buleleng mulai melakukan berbagai tobosan, dari validasi ulang data penduduk miskin maupun yang mengalami cacat dan hidup terlantar.
 
Upaya lain ditempuh, menurut Sutjidra, dengan menitipkan warga miskin tersebut ke panti jompo milik pemerintah ataupun ke panti yang dikelola oleh pihak swasta. Upaya diyakini akan jauh lebih efektif dan lebih penanganan lebih manusiawi terhadap warga yang kurang beruntung di Bali Utara. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 486765159853768152

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item