Buda Kliwon Sinta, Piodalan Agung Pura Made, Banjar Tegal

Buleleng,  Dewata News.com —  Bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi ~ Buda Kliwon Sinta, Rabu (29/06) pagi merupakan puncak upacara Pio...


Buleleng, Dewata News.com — Bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi ~ Buda Kliwon Sinta, Rabu (29/06) pagi merupakan puncak upacara Piodalan Agung Pura Made di Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal, Buleleng.
Sehari sebelum puncak upacara, dijelaskan Kelian Krama Kadek Suarsana, Selasa (28/06) sore telah diselenggarakan upacara mesucian ke Pura Mumbul di Jalan Melati, Singaraja serta mendak Betara Penghulu di Tukad Banyumala. Selanjutnya pada malam harinya ngajum sekar.
Diawali dengan nganteb pangkonan diikuti seluruh Krama Pengempon dan Krama Bakti, dilanjutkan dengan nganteb banten Piodalan dipimpin Jro Mangku Ariasa diabih olih Kelian Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal,Jro Mangku Astawa yang Ketua PHDI Kelurahan Banjar Tegal dan Kelian Paseban Pemangku Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal, Jro Artana, pelaksanaan upacara berjalan lancar.
Asep menyan dan dupa mengiringi gemerncing alunan suaran genta Jro Mangku Ariasa, diiringi suaran tetabuhan gong serta alunan gegitaan dari Pesantian Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal pimpinan Ketut Putu Susanta menambah aura spiritual pelaksanaan upacara Piodalan pagi itu.
Pada malam harinya diawali persembahyangan bersama warga Krama Pengempon dan warga Krama Bakti, dilanjutkan dengan mendakpesaksi/uleman. Setelah pesaksi/ulemandari para Pemangku Pura-Pura yang ada dalam wilayah Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal hadir semua dilanjutkan dengan ilen-ilen tarian Rejang Dewa, Mendak Nyawang, yang kemudian nganteb Sekar serta Ngider Buana, ditutup dengan tetabuhan gongKincang-Kincung. Ida Betara nyejer selama tiga hari, hingga Jumat (01/07) nanti.
Untuk diketahui, untuk banten upacara Piodalan Pura Made kali ini, merupakan aturan Krama Pengempon Putu Agus Suradnyana alias Vekust (putra alm.Nyoman Sukadana).
Seperti tiga Pura lainnya yang ada di widangan Banjar Adat Pakraman Banjar Tegal, seperti Pura Pemayun, Pura Mas Penyeti dan Pura Penaung, Pura Made  disungsung keluarga dari Jro Mangku Nurasih yang bertugas memeliharanya selaku Pengempon.
Seperti pernah ditulis C.J.Grader dan dimuat dalam majalah Jawa XIX (1939), Pura Made meskipun bukan merupakan sanggar keluarga, para penyungsungnya terbatas hanya bagi keluarga saja. Entah apa yang mengikat mereka itu, tidak ada ceritra tradisinya. Hanya saja, seperti Pura Mas Penyeti, di Pura Made juga dalam setiap pelaksanaan upacara tidak menggunakan daging babi untuk kelengkapan sajen, kecuali penyu atau kerbau.
Jika di Pura Pemayun memiliki ilen-ilen duwe Baris Demang Demung, Pura Penyeti ilen-ileng pencak, namun di Pura Made, terkait pewayangan yang diselenggarakan pada Hari Jumat (01/07) sekaligus upacara penglebar ditutup dengan Tari Topeng Sida Karya dari Padepokan Dwi Mekar pimpinan Jro Durpa.  (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1533496607140923744

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item