Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2016 di Polres Buleleng

Buleleng, Dewata News. Com -  Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini operasi yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia ...


Buleleng, Dewata News. Com - Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini operasi yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam rangka Hari Raya Idul Fitri menggunakan sandi yang yang berbeda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya menggunakan sandi Operasi Ketupat,tetapi untuk  tahun 2016 ini Polri menggunakan sandi Operasi Ramadniya yaitu Ramadhan dan Hari Raya.
Bahkan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Tahun 2016 ini, Senen (30/06) di Halaman Mapolres Buleleng, juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pertamakali dipimpin langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.
Selaku Pemimpin Upacara Gelar Pasukan, Bupati Agus Suradnyana menyematkan tanda operasi kepada anggota yang melibatkan tidak hanya Polri saja namun juga lintas instansi seperti Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, TNI, Jasa Raharja, dan juga Badan SAR. Selain itu Bupati yang akrab disapa PAS ini juga mengecek pasukan bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Buleleng.
Bupati PAS mengungkapkan, Pemkab Buleleng memberikan dukungan penuh kepada Operasi Ramadniya ini. Beberapa instansi dari Pemkab Buleleng juga ikut mensukseskan operasi yang digelar untuk memperlancar hari raya Idul Fitri dan juga mudik tahun 2016 ini.
Menurutnya, sinergitas juga diperlukan dalam operasi ini. “Beberapa instansi dari Pemkab Buleleng juga ikut dalam operasi ini. Instansi tersebut antara lain Dinas Perhubungan dan juga Satuan Polisi Pamong Praja,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati PAS juga membacakan amanat Kapolri yang menekankan, untuk mengamankan berbagai sisi dan sendi kehidupan masyarakat. Tempat belanja, aktivitas pasca hari raya juga dijaga keamanannya.
Bupati PAS mengatakan, Buleleng dalam hal mudik ini tidak terlalu sibuk dan bebannya juga tidak terlalu besar. Namun, seluruh masyarakat Buleleng harus tetap menjaga kewaspadaan. Toleransi juga diperlukan di saat-saat seperti ini. “Kita harus tetap menjaga kewaspadaan. Adu domba harus kita hindari. Toleransi juga ditingkatkan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Toleransi ini yang sangat perlu kita jaga,” imbuhnya.  
Sementara itu, Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sukawijaya mengungkapkan, apel gelar pasukan ini untuk menunjukkan kesiapan Polres Buleleng beserta instansi terkait dalam pelaksanaan pengamanan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Pasukan yang dilibatkan meliputi seluruh komponen masyarakat dan juga instansi-instansi terkait. “Dari Polres Buleleng dan juga instansi terkait untuk Operasi Ramadniya Tahun 2016 berjumlah 555 personel gabungan. Kalau dari Polri sekitar 300 personel,” ungkapnya.

Pihaknya juga menambahkan, Polres Buleleng tetap melaksanakan operasi ini secara optimal supaya pelaksanaan mudik berjalan dengan lancar.
Mengenai kejahatan-kejahatan yang terjadi di Buleleng, AKBP Sukawijaya mengatakan, Polisi tetap melakukan pemeriksaan-pemeriksaan dan memperbanyak razia kendaraan. “Kami sudah memerintahkan untuk melaksanakan razia minimal tiga kali sehari di tempat dan waktu yang berbeda supaya pola-pola razia atau pemeriksaan ini tidak terbaca,” pungkasnya.  (DN ~ TiR)

Berita Terkait

Kabar Buleleng 6351118019261001162

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item