Gubernur Pastika Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Bali

Denpasar, Dewata News. Com -  Gubernur Bali Made Pastika mengungkapkan keprihatinannya terhadap peristiwa bentrok yang terjadi beberapa...


Denpasar, Dewata News. Com - Gubernur Bali Made Pastika mengungkapkan keprihatinannya terhadap peristiwa bentrok yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Menurutnya  masyarakat Bali terkenal akan kesopanan dan keramahtamahannya, harus terus dijaga demi menciptakan suasana yang kondusif. Untuk itu, ia meminta seluruh lapisan masyarakat bisa kembali ke jati diri, terutama menahan diri dari emosi-emosi sesaat. 

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dalam simakrama Gubernur Bali yang diadakan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Sabtu (28/5). 

"Seharusnya kalau masih mengaku orang Bali, malu untuk melakukan itu (bentrok)," katanya. 

Sementara Pastika juga menyatakan tidak mungkin melarang masyarakat untuk berkelompok dan tergabung paguyuban karena itu hak setiap orang yang dijamin oleh undang-undang. 

“Saya juga anggota dari Pasemetonan Patemon, dan anggota Mahagotra Pasek,Sanak Sapta Rsi, tapi kembali lagi jangan sampai berbuat onar dan merugikan orang lain, kalau melanggar aparat harus tegas,” bebernya. 

Pastika juga mengingatkan masyarakat untuk mulai berpikir jauh ke depan karena persaingan akan semakin ketat. 

“Sepuluh tahun lagi kita akan memiliki bonus demografi dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar, terlebih usia harapan hidup kita pun semakin tingi. Dan jangan sampai hal ini malah merugikan kita karena kualitas sumber daya kita rendah, apalagi dengan kebiasaan buruk seperti bentrok ini” ujarnya.


Sebanyak 16 orang menyampaikan apirasi nya ke pada Gubernur Pastika di acara simakrama itu.  Diantaranya Wayan Setiawan, asal Bongkasa, yang menghimbau agar masyarakat Bali yang belum memiliki pekerjaan agar mulai kembali bertani. 

“Kita back to nature saja, bertani dan kembali ke jati diri, jika kita pintar dan mempunyai jiwa saing, maka tidak akan tertinggal dengan yang lain,”pungkasnya. 

Ia meminta para perguruan tinggi untuk mengirim mahasiswa fakultas pertanian untuk melakukan KKN di desanya menerapkan disiplin ilmunya yang diperoleh di kampus.  Pekaseh Subak pengempel ini juga meminta agar Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali  bisa menjadi akselerator pembangunan di Bali yang lebih berpihak kepada petani.  Masih seputar pertanian I Made Kicen dari desa Antapan, Baturiti Tabanan meminta bantuan jalan  subak di sana didesa, dan dia berharap agar pemprov mau membantu pengaspalan jalan subak sepanjang 2 km yang menurutnya sering kali menjadi becek pada saat hujan sehingga menjadi kendala bagi distribusi hasil pertanian yang dihasilkan para petani.

Menanggapi hal itu, Pastika sangat mengapresiasi. Menurutnya, daripada bergabung dengan kelompok masyarakat yang tujuannya kurang jelas, bertani merupakan solusi yang lebih baik. 

“Anda bisa melestarikan kebudayaan, di samping mendapatkan penghasilan, maka sudah sepatutnya masyarakat mulai memikirkan untuk berkarya, bukan hanya di jalanan,” imbuhnya. 

Terkait pengasmpalaln jalan subak Pastika meminta Dinas Pertanian Provinsi Bali untuk membantunya.

Wayan Suantika, dari yayasan Dana Abadi Bali, berkesempatan menyampaikan apirasinya mengenai yayasan yang dipimpinnya yang merupakan kumpulan anak-anak muda mendukung program-program pemerintah yang memihak kepada rakyat. Dia juga menyayangkan saat ini budaya mengapresiasi orang yang lebih tua sudah mulai tergerus dengan maraknya aksi hujat menghujat tanpa mencari tahu dulu kebenaran. Untuk itu dia menyampaikan bahwa generasi muda ingin terlibat dalam pembangunan Bali dan ingin bergabung dalam memberikan masukan untuk arah pembangunan di Bali ke depan. Dalam kesempatan itu dia juga mengapresiasi program Bali Mandara terutama keberadaan SMA / SMK Bali Mandara yang sudah banyak membantu anak-anak dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan.

Hal itu tentu saja mendapat apresiai yang tinggi dari Gubernur Pastika. Dia ingin agar semakin banyak anak muda yang turut aktif dengan pemerintah untuk membangun Bali. 

“Kita bisa contoh anak-anak muda ini, karena masa depan Bali ada di tangan mereka,” jelasnya. 


Mengenai program Bali Mandara, memang belum sempurna, tapi dia meyakini masyarakat sudah mulai merasakan dampaknya. Untuk itu dia meminta pengawalan dari masyarakat agar berjalan dengan sukses, dan simakrama ini adalah salah satu feedback, sehingga Gubernur bisa mendapatkan gambaran sejauh mana program ini berhasil dan mana program yang tidak perlu.

Dalam kesempatan itu, Made Mangku dari konsultan pembangunan bandara Bali Utara Airport Kinesis Consultant (AKC), jmenyampaikan hal terkait rekomendasi dari bupati yang tidak kunjung turun. Ia mengatakan Bupati Buleleng yang mengaku belum menerima surat dari Pemprov terkait hal itu. Untuk itu Ia mempertanyakan bagaimana sebenarnya alur permohonan rekomendasi kepada Pemkab Buleleng sebenarnya. Dia berharap persoalan ini bisa segera terselesaikan agar bandara ini cepat terealisasi. Sebab bagaimanapun menurutnya bandara ini nantinya akan menjadi milik rakyat Bali serta juga untuk mengurai kepadatan lalul lintas penerbangan di bandara Ngurah Rai.

Menanggapi itu, Pastika menegaskan sekali lagi bahwa pembangunan bandara di Bali Utara adalah salah satu cara menyeimbangkan pembangunan antara Bali Selatan dan Utara. Untuk itu dia meminta dukungan masyarakat agar segera terealisasi. (DN - HuM)

Berita Terkait

Breaking News 8836244432733687253

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item